Dark/Light Mode

Diungkapkan Mendag

Gaji Menteri Di Bawah Tukang Martabak Lho

Jumat, 23 April 2021 07:10 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), M. Lutfi menjadi salah satu pembicara diskusi Inaugural Indonesia Policy Dialogue <em>‘The Future of Indonesia’s Foreign Trade’</em> yang dilakukan secara daring. (Foto: Biro Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan (Mendag), M. Lutfi menjadi salah satu pembicara diskusi Inaugural Indonesia Policy Dialogue ‘The Future of Indonesia’s Foreign Trade’ yang dilakukan secara daring. (Foto: Biro Humas Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag), M. Lutfi ngomongin gaji yang diterimanya. Menteri berparas ganteng ini blak-blakan, gaji yang diterima pembantu Presiden itu, masih di bawah tukang martabak. Kok bisa?

Kemarin, eks Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini menjadi salah satu pembicara diskusi Inaugural Indonesia Policy Dialogue ‘The Future of Indonesia’s Foreign Trade’ yang dilakukan secara daring. Pada kesempatan itu, dia bicara soal transaksi online.

Dahinya mengernyit saat mengetahui pertumbuhan transaksi online. Dari sekian banyak data yang dikantonginya, Lutfi mencontohkan, penjualan martabak melalui aplikasi Gojek. Tak tanggung-tanggung, transaksi makanan yang biasa kita jumpai di pinggir jalan ini mencapai Rp 500 miliar.

Berita Terkait : Mendag Lutfi Apresiasi Harga Kebutuhan Pokok Di Jatim Stabil

Lebih spesifik, Lutfi mengatakan, penjualan yang nilainya mencapai setengah triliun ini, hanya terjadi di Jakarta dalam kurun waktu 2017 sampai 2018. Sampai-sampai, ia berkelakar bahwa pendapatan pengusaha martabak lebih tinggi dari gajinya sebagai menteri.

“Berapa gerai martabak yang kita punya di Jakarta? Kalau jualan seribu martabak, pendapatan penjualannya bisa lebih besar dari gaji saya. Saya pikir saya salah memilih pekerjaan,” seloroh Lutfi, disambut gelak tawa para peserta.

Keluhan soal gaji menteri juga disampaikan Sandiaga Uno. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu menyinggung soal gaji menteri saat akan membeli Toyota Corolla Cross Hybrid seharga Rp 500 jutaan di pameran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS), akhir pekan lalu.

Berita Terkait : Komplotan Pemalsu Tanda Tangan Menteri Lutfi Dituntut 3-7 Tahun Penjara

Dalam kesempatan tersebut, Sandi membawa turut serta putra bungsunya, Sulaiman Saladdin Uno. Di sana, Sandi bertanya ke anaknya, mau tidak beli mobil listrik. Sejurus kemudian Sandi memutuskan untuk membeli Corolla Cross Hybrid tersebut.

“Tapi gue bilang pakai financing (pembiayaan) nyicil, kan gaji menteri kecil,” ujar Sandi.

Lalu, berapa sebenarnya gaji menteri di Indonesia? Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2000, gaji pokok yang diterima seorang menteri hanya Rp 5.040.000 per bulan. Namun, itu baru gaji pokoknya saja. Karena para menteri mendapat tunjangan dari negara sebesar Rp 13.608.000 setiap bulannya.

Berita Terkait : Sowan Ke Pentolan Dewa 19, Sandi Bahas Pemulihan Industri Musik

Aturan tunjangan itu tertuang dalam Pasal 1 Ayat 2 poin (e) Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Tertentu. Bukan hanya untuk menteri, tunjangan dengan nilai yang sama juga didapat Jaksa Agung, Panglima TNI, dan pejabat lain yang kedudukan atau pangkatnya setingkat dengan menteri.
 Selanjutnya