Dark/Light Mode

DEN Dan Pertamina Antisipasi Kondisi Krisis BBM Dan Elpiji

Selasa, 4 Mei 2021 19:08 WIB
Anggota DEN dari pemangku kepentingan (APK) Satya Widya Yudha. (Foto: Ist)
Anggota DEN dari pemangku kepentingan (APK) Satya Widya Yudha. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar rapat koordinasi sebagai antisipasi kondisi krisis atau darurat bahan bakar minyak dan elpiji di Kantor PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional VII Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/5).

Anggota DEN dari pemangku kepentingan (APK) Satya Widya Yudha memaparkan, skema penetapan krisis dan atau darurat energi antara lain dengan melakukan identifikasi dan pemantauan penyediaan dan kebutuhan energi oleh DEN, Kementerian ESDM, dan BPH Migas sesuai kewenangannya.

"Gubernur dapat pula memantau ketersediaan dan kebutuhan energi, demikian juga badan usaha yang mendapat izin usaha penyediaan energi. Saat terjadi gangguan pasokan dan memenuhi dasar pertimbangan penetapan krisis dan atau darurat energi, maka gubernur atau badan usaha dapat mengusulkan penetapan tersebut kepada Menteri ESDM," ujar Satya dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Berita Terkait : Di KTT Perubahan Iklim Joe Biden, DEN Pamer Transisi Energi

Anggota DEN dari pemangku kepentingan lainnya, Daryatmo Mardiyanto menambahkan, rapat koordinasi yang digelar virtual ini sebagai pelaksanaan tugas DEN untuk menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis energi dan atau darurat energi sebagaimana diamanatkan UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Dalam pelaksanaan tugas itu, lanjutnya, DEN melakukan identifikasi kondisi penyediaan dan kebutuhan energi khususnya BBM dan elpiji untuk mengantisipasi krisis energi dan atau darurat energi sesuai Perpres Nomor 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan atau Darurat Energi.

Sementara itu, Anggota DPR Andi Yuliani Paris menyampaikan DEN dapat berperan untuk bisa membangun sistem mitigasi kondisi energi yang kuat di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha agar tidak terjadi krisis energi.

Baca Juga : Regulasi dan Pengawasan AMDK Ketat, Galon Guna Ulang Aman dikonsumsi

"Sistem mitigasi tersebut perlu dikembangkan mengingat kondisi geografi Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau," ujarnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung antisipasi kondisi krisis atau darurat BBM dan elpiji. Menurut dia, Pertamina akan terus melakukan upaya antisipasi tersebut guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional pada aspek availability, acceptability, accessability, affordability, dan sustainability.

Hadir pula dalam pertemuan ini Anggota DEN dari pemangku kepentingan lainnya  yakni Agus Puji Prasetyono, Musri, Herman Darnel Ibrahim, Eri Purnomohadi, As Natio Lasman, dan Yusra Khan, Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Yunus Saefulhak, Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Mustika Pertiwi, dan Kepala Dinas ESDM Sulawesi Selatan Andi Irawan Bintang. [ONI]