Dark/Light Mode

Panglima Dan Kapolri Turun Langsung

Teroris Papua Merengek-rengek

Jumat, 7 Mei 2021 07:20 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) didampingi KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) didampingi KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesabaran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap teroris Papua sudah habis. Mereka turun langsung ke Papua memantau perburuan para teroris sialan itu. Mengetahui yang turun bukan kaleng-kaleng, teroris Papua pun merengek-rengek ke dunia internasional.

Rencana kunjungan tersebut disampaikan Hadi di depan para anggota Komisi I DPR saat rapat kerja, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, kemarin.

Berita Terkait : Kapolri Tawari Anak Awak Kapal Nanggala 402 Jadi Polisi

Meski kerap menerima laporan keamanan dari jajarannya terkait kondisi di Papua, tapi Hadi tetap merasa perlu hadir secara fisik di bumi Cenderawasih itu. Dengan begitu, dia bisa berkoordinasi secara langsung dengan para aparat yang bertugas di lapangan.

“Tentu saja komunikasi dan diskusi secara langsung dengan para komandan di lapangan sangat kami perlukan,” kata Hadi.

Berita Terkait : Pasca Gugurnya Kabinda, HMI Dukung TNI Polri Sikat Teroris Papua

Seperti diketahui, teroris Papua terus berulah. Bahkan, Kamis malam (6/5) sekitar pukul 19.00 WIT kembali terjadi baku tembak antara TNI dan Teroris Papua di kampung Kimak Distrik ilaga kabupaten Puncak, Papua.

Akibat kontak tembak itu, sebagian warga pun kemudian mengamankan diri ke kantor Bupati Puncak. Mereka mengamankan diri lantaran takut akan kelompok teroris Papua yang melakukan serangan ke posko aparat.

Berita Terkait : Kapolri Tak Akan Kasih Ampun

Tak hanya baku tembak, aksi membakar sekolah dasar, Puskesmas, dan rumah guru juga dilakukan teroris Papua. Selain itu, teroris Papua juga memutus jalan dengan cara menggali lubang di Kampung Tagaloa serta Kampung Kalebut selebar satu meter.

Selain menembaki warga sipil dan membakar sekolah, mereka juga sebelumnya membunuh Kabinda Papua, Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.
 Selanjutnya