Dark/Light Mode

Larangan Mudik Berakhir

Pelaku Perjalanan Wajib Bawa Hasil Tes Negatif Virus Corona

Rabu, 19 Mei 2021 05:46 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto : dephub.go.id)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto : dephub.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa larangan mudik Lebaran berakhir Senin (17/5). Sekarang berlaku aturan pengetatan perjalanan hingga 24 Mei. Pengguna angkutan wajib memiliki surat hasil tes negatif Covid-19.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, usai masa larangan mudik, persyaratan akan kembali mengacu pada addendum Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pegendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadan 1442 H.

“Kami bersama Satgas dan Kementerian Kesehatan sepakat terus memperketat pemer­iksaan dokumen kesehatan terhadap semua penumpang dan pengguna jalan di semua moda transportasi,” ucap Budi Karya dalam keterangan resminya, Senin (17/5).

Berita Terkait : Apresiasi Warga Jabodetabek yang Tidak Mudik, Anies: Anda Adalah Pejuang

Dalam surat edaran, pemerintah melaku­kan pengetatan syarat perjalanan sepanjang 18-24 Mei 2021 untuk pelaku perjalanan udara, laut, kereta api, dan penyeberangan. Pelaku perjalanan wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari RT-PCR (Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction) atau rapid test antigen atau GeNose C19 yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan darat, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, pelaksan­aan tes acak rapid antigen akan diperpan­jang, khususnya di jalan nasional menuju Jabodetabek.

Pengetatan perjalanan, kata Budi Karya, dengan mempertimbangkan masih besarnya potensi mobilitas pasca 17 Mei 2021, khusus­nya yang berasal dari Sumatera dan Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Jawa Timur yang masuk ke Jawa atau Jabodetabek.

Berita Terkait : Pramono: Larangan Mudik Tak Hilangkan Kesyahduan Idul Fitri

Budi Karya meminta seluruh stakeholders transportasi memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik pada fasilitas pub­lik, layaknya terminal dan simpul-simpul transportasi lainnya. Termasuk peningkatan pengawasan.

Akun @Ndukla2 mengulang kembali tentang kebijakan perjalanan dalam negeri pasca Lebaran. Kata dia, setelah berakhirnya masa peniadaan mudik pada Senin (17/5), pemerintah kembali memberlakukan aturan pengetatan perjalanan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Aturan ini akan berlaku 18-24 Mei 2021 dan merupakan aturan tambahan pada aturan pelarangan mudik sebelumnya,” katanya.
 Selanjutnya