Dark/Light Mode

Pramono: Larangan Mudik Tak Hilangkan Kesyahduan Idul Fitri

Rabu, 12 Mei 2021 22:29 WIB
Seskab Pramono Anung (Foto: setkab.go.id)
Seskab Pramono Anung (Foto: setkab.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Muslim merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri, Kamis (13/5). Momen Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah ini dilalui umat Muslim masih di tengah suasana pandemi Covid-19. Oleh karena itu, untuk menekan laju penyebaran Covid-19, pemerintah mengambil kebijakan peniadaan mudik pada Lebaran kali ini.

Berita Terkait : Ketua Umum Muhammadiyah: Idul Fitri Momentum Perkuat Persaudaraan

“Tentunya kita harus mematuhi larangan untuk tidak mudik, sekaligus untuk melawan pandemi Covid-19. Jangan sampai kita kemudian membawa virus kepada keluarga, orang-orang yang kita kasihi di kampung halaman kita,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung, seperti dikutip laman setkab.go.id, Rabu (12/5).

Berita Terkait : Edhy Prabowo Jadikan Lebaran Momen Evaluasi Diri

Pramono meyakini, peniadaan mudik tersebut tidak menghalangi untuk dapat bersilaturahmi dan merayakan hari kemenangan ini. "Kita tahu bahwa Hari Raya Idul Fitri ini dilalui dengan tidak gampang, karena pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk tidak pulang mudik yang merupakan tradisi yang sudah melembaga di dalam masyarakat. (Namun) dengan tidak mudik, bukan berarti kita akan kehilangan kesyahduan, kebersamaan, silaturahmi dari peristiwa Hari Raya Idul Fitri ini,” ujarnya.

Berita Terkait : Perjalanan di Wilayah Aglomerasi Selama Masa Larangan Mudik Tak Perlu SIKM

Mantan Sekjen PDIP ini kembali mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi pandemi yang masih melanda. “Atas nama pribadi, atas nama lembaga Sekretariat Kabinet, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri. Mudah-mudahan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah ini kita bisa lalui dengan baik, dan sekaligus jangan sampai kita lengah untuk melawan pandemi Covid-19,” tandasnya. [USU]