Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diragukan Efektif Dan Bikin Cemburu Daerah Lain
Program Work From Bali Sebaiknya Dikaji Lagi Deh
Minggu, 23 Mei 2021 05:15 WIB
Sebelumnya
Ia menilai, kebijakan ini hanya membuang-buang anggaran. Menurut Trubus, baiknya APBN digunakan untuk mendukung belanja kesehatan dan perlindungan sosial daripada mengerek perjalanan dinas pegawai kementerian.
Jika tetap dijalankan, dia mempertanyakan mekanisme pengawasan program itu. Harus ada mekanisme pertanggung-jawabannya.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R.M. Manuhutu menjelaskan, program WFB bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya wisatawan domestik sehingga mampu memulihkan perekonomian lokal.
Baca juga : Luhut Cs Lagi Gencarkan Program Work From Bali
“Kalau kepercayaan publik domestik meningkat, diharapkan dapat menciptakan dampak berganda (multiplier effect) yang membantu memulihkan perekonomian lokal,” kata Odo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/5),
Odo menjelaskan, kebijakan WFB pernah dilakukan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2000 pascaperistiwa bom Bali. Ditegaskannya, kebijakan itu diambil tidak secara serampangan dan tanpa mempertimbangkan faktor lain.
Menurutnya, pemerintah, telah mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat pada masa pandemi ini sebesar Rp 100 triliun.
Baca juga : Erick Cek Langsung Program BUMN Pro Rakyat Di Semarang Dan Kendal
“Tidak benar bahwa pemerintah hanya memfokuskan biaya perjalanan dinas ASN untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata tanpa mempertimbangkan kebutuhan sosial masyarakat secara umum,” tegasnya.
Seperti diketahui, Bali selama ini menjadi salah satu provinsi yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi Covid-19 karena Pulau Dewata bertumpu pada sektor pariwisata. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali anjlok hingga minus 9 persen.
Tingkat okupansi hotel-hotel di Bali hanya 10 persen dalam 14 bulan terakhir. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya