Dark/Light Mode

Diragukan Efektif Dan Bikin Cemburu Daerah Lain

Program Work From Bali Sebaiknya Dikaji Lagi Deh

Minggu, 23 Mei 2021 05:15 WIB
Ilustrasi Work From Bali. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Work From Bali. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Ia menilai, kebijakan ini hanya membuang-buang anggaran. Menurut Trubus, baiknya APBN digunakan untuk mendukung be­lanja kesehatan dan perlindungan sosial daripada mengerek perjalanan dinas pegawai kementerian.

Jika tetap dijalankan, dia mempertanyakan mekanisme pengawasan program itu. Harus ada mekanisme pertanggung-jawabannya.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R.M. Manuhutu menjelaskan, program WFB bertujuan untuk mening­katkan rasa percaya wisatawan domestik sehingga mampu me­mulihkan perekonomian lokal.

Baca juga : Luhut Cs Lagi Gencarkan Program Work From Bali

“Kalau kepercayaan publik domestik meningkat, diharap­kan dapat menciptakan dampak berganda (multiplier effect) yang membantu memulihkan pereko­nomian lokal,” kata Odo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/5),

Odo menjelaskan, kebijakan WFB pernah dilakukan oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2000 pascaperistiwa bom Bali. Ditegaskannya, kebijakan itu di­ambil tidak secara serampangan dan tanpa mempertimbangkan faktor lain.

Menurutnya, pemerintah, te­lah mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat pada masa pandemi ini sebesar Rp 100 triliun.

Baca juga : Erick Cek Langsung Program BUMN Pro Rakyat Di Semarang Dan Kendal

“Tidak benar bahwa pemerin­tah hanya memfokuskan biaya perjalanan dinas ASN untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata tanpa mempertimbang­kan kebutuhan sosial masyarakat secara umum,” tegasnya.

Seperti diketahui, Bali selama ini menjadi salah satu provinsi yang mengalami dampak sig­nifikan akibat pandemi Covid-19 karena Pulau Dewata bertumpu pada sektor pariwisata. Kondisi tersebut menyebabkan pertum­buhan ekonomi Bali anjlok hingga minus 9 persen.

Tingkat okupansi hotel-hotel di Bali hanya 10 persen dalam 14 bulan terakhir. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.