Dark/Light Mode

Sepekan Di Atas 5 Ribu

Corona Lebaran Mulai Terasa Menakutkannya

Senin, 24 Mei 2021 07:00 WIB
Ketua Sub Bidang Data dan Informasi Teknologi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC-19) Dewi Nur Aisyah saat rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar secara virtual, Minggu (23/5/2021). (Foto: Humas BNPB)
Ketua Sub Bidang Data dan Informasi Teknologi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC-19) Dewi Nur Aisyah saat rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar secara virtual, Minggu (23/5/2021). (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Virus Corona yang selama beberapa bulan ini sudah bisa dijinakkan, perlahan mulai ngamuk lagi. Dalam sepekan terakhir, kasus aktif harian berada di atas 5 ribu-an. Apakah ketakutan Corona melonjak pasca libur lebaran bisa diatasi?

Sejak Februari kemarin, Satgas Covid-19 menyebut penyebaran virus asal Wuhan itu, mulai melandai. Angka kasus aktif harian konsisten berada di kisaran 3 ribu sampai 4 ribu. Sementara angka yang sembuh juga terus meningkat dari hari ke hari.

Namun, perkembangan kasus Corona dalam sepekan terakhir ini, mulai mengkhawatirkan. Kemarin, kasus terkonfirmasi positif bertambah 5.280 orang. Sehari sebelumnya, ada 5.296 kasus. Sementara Jumat (22/5) sebanyak 5.746 orang terinfeksi corona. Kamis (20/5) bahkan mencapai 5.797 orang.

Berita Terkait : Satgas Covid Antisipasi Gelombang Kedua Mudik

Angka kasus harian yang terus naik ini membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) rujukan Covid-19 mulai penuh. Setidaknya ada 4 provinsi yang BOR-nya di atas 50 persen. Yakni, Sumatera Utara 57,9 persen, Kalimantan Barat 57,6 persen, Sumatera Barat 52,8 persen, dan Riau 51,1 persen.

Ketua Sub Bidang Data dan Informasi Teknologi Satgas Penanganan Covid-19 (STPC-19), Dewi Nur Aisyah mengamini terjadi kenaikan kasus Covid dalam 6 hari terakhir. Update kasus per 22 Mei 2021, jumlah kasus aktif berada di angka 91,240 atau sekitar 5,15 persen, sudah turun 48,4 persen dari puncak.

“Dalam enam hari terakhir kita sudah melihat adanya tren kenaikan,” paparnya, dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang digelar secara virtual, kemarin.

Berita Terkait : Cetak Rekor, Kasus Covid Harian Malaysia Kembali Tembus 6.000

Kata Dewi, jika biasanya terjadi penurunan dalam seminggu terakhir, ini justru ada penambahan kasus aktif sebesar 440 kasus dalam enam hari terakhir. Untungnya, angka kematian turun, dari 2,8 persen menjadi 2,78 persen. Begitu juga angka kesembuhan yang mencapai 92,06 persen.

Angka pemeriksaan spesimen pekan lalu padahal sempat turun, meski disebabkan operasional laboratorium terbatas pada saat libur panjang. “Tapi kemudian pekan ini kembali terjadi kenaikan,” tegasnya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Hari B Harmadi mengatakan, tidak menutup kemungkinan gelombang kedua bisa terjadi. Ada dua faktor yang mendukung dugaan tersebut. Pertama, kasus positif mulai naik. Kedua, tingkat kepatuhan protokol kesehatan di kalangan masyarakat turun hampir sebulan terakhir. Mobilitas masyarakat naik karena arus mudik, libur Idul Fitri, dan arus balik.
 Selanjutnya