Dark/Light Mode

Soal Buruh China

Luhut: Kita Bakal Kurangi

Minggu, 30 Mei 2021 07:10 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Twitter @kemenkomarves)
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Twitter @kemenkomarves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan selama ini selalu pasang badan soal maraknya tenaga kerja asing dari China yang masuk ke Indonesia. Kini, setelah Indonesia sudah kebanjiran buruh China, Luhut mulai bicara pembatasan. Kata Luhut: Kita bakal kurangi.

Janji manis ini disampaikan Luhut saat menghadiri acara halal bihalal Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) secara virtual yang videonya banyak beredar di YouTube, kemarin. Di acara itu, Luhut menegaskan, Indonesia tidak akan selamanya mendatangkan terus buruh dari China.

“Kalau teman-teman tanya kenapa yang kita pakai itu tenaga Tiongkok, saya bukan orang bodoh memberikan itu (tenaga kerja) banyak kepada mereka. Saya pasti atur bagaimana supaya mereka dikurangi sebanyak mungkin,” tutur Luhut di acara tersebut.

Berita Terkait : Luhut Ngegas, Sri Mul Ngerem

Pria kelahiran Toba Samosir 73 tahun silam ini mengatakan, jumlah TKA asal China di kawasan industri Morowali tidak seperti yang diperbincangkan publik, beberapa waktu lalu. Catatannya, dari total 50 ribu pekerja di sana, TKA asal China hanya sekitar 3.500 orang. Selebihnya diisi pekerja lokal.

Namun saat ini, Luhut mengakui, Indonesia masih butuh tenaga kerja dari China.

Apalagi, kedatangan para TKA itu terkait besarnya investasi yang ditanamkan China di tanah air. Maka hal wajar, bila negara asal investasi ikut mengirimkan tenaga kerja dari negaranya.

Baca Juga : Polarisasi Akan Menajam?

“Kalau anda sebagai pedagang, anda taruh duit di sana, anda harus pastikan investasi itu jalan. Tidak mau saya taruh uang diserahkan ke orang lain saja. Alangkah buruknya kalau melakukan itu,” tuturnya.

Purnawirawan jenderal ini tak menampik, selama ini banyak pertanyaan soal hubungan Indonesia-China. Termasuk keputusan pemerintah yang banyak menggandeng negeri Tirai Bambu itu untuk bekerja sama dalam sejumlah proyek. Jawaban Luhut simpel, karena teknologi yang dimiliki negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu.

Tak hanya itu, kata dia, dalam setiap hubungan bisnis, China tak segan berbagi kemampuan teknologinya kepada Indonesia.
 Selanjutnya