Dark/Light Mode

Kasus Covid-19 Naik, Menkes Lapor Ke Presiden

Senin, 31 Mei 2021 23:19 WIB
Menkes Budi G Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/5)  (Foto: Humas Setkab/Agung)
Menkes Budi G Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/5) (Foto: Humas Setkab/Agung)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan kesiapan layanan kesehatan seiring meningkatnya kasus positif Corona pasca libur panjang Lebaran  2021. 

Kasus aktif Covid-19 secara nasional saat ini kembali mencapai di kisaran angka 100 ribu kasus yang sebelumnya di bawah 90 ribu.

“Sudah ada kenaikan, walaupun angka ini masih jauh di bawah angka puncak yang pernah kita capai di awal tahun yang berkisar 170 ribu kasus aktif,” ujar Menkes saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Jakarta, Senin (31/5/) sore.

Dalam ratas tersebut, Menkes melaporkan bahwa tren kenaikan akan mencapai puncaknya sekitar 5-7 minggu setelah masa libur panjang. 

“Seluruh rumah sakit sudah kita persiapkan, obat-obatan juga sudah kita persiapkan. Arahan Presiden Jokowi adalah dipastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M dengan baik,” ujar Budi dikutip Seskab.go.id

Berita Terkait : Tuh Kan, Disuruh Ikut Aturan Susahnya Minta Ampun Sih...

Menkes menambahkan, Presiden juga memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menghadapi puncak kasus tersebut.

Terkait hal itu, Menkes mengatakan, saat ini terjadi peningkatan pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Kemarin sempat sampai di titik terendah sekitar 20 ribuan tempat tidur yang terisi, sekarang sudah naik angkanya sekitar 25 ribu tempat tidur yang terisi atau naik sekitar 20-25 persen. Memang kenaikannya agak tinggi, tetapi kita masih memiliki kapasitas sampai dengan 72 ribu tempat tidur, jadi masih ada cukup kapasitas yang kita miliki,” paparnya.

Namun Budi mengingatkan, tingkat keterisian tempat tidur tersebut tidak merata di setiap daerah, terdapat beberapa daerah yang memiliki tingkat keterisian yang relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Ada beberapa kabupaten/kota yang tinggi keterisian di rumah sakitnya, seperti ada di Aceh, sebagian kabupaten/kota di Sumatra Barat, di Kepulauan Riau dan Provinsi Riau, juga ada di daerah Jambi, kemudian sebagian Jawa Tengah, ada juga di Kalimantan Barat, dan hanya sedikit di Sulawesi,” terangnya.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Di Kediri Naik Pasca Lebaran, Bupati Dhito Waswas

Disampaikan Budi, pihaknya telah menindaklanjuti peningkatan kasus dan jumlah pasien yang dirawat di daerah tersebut.“Dengan cepat kami tidak lanjuti. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan juga pasien-pasien yang tadinya berasal dari daerah sekitar Kudus seperti Pati, kemudian Sragen, itu juga kita arahkan ke rumah sakit-rumah sakit lain di luar Kudus,” ujarnya.

Tak hanya itu, imbuh Menkes, pihaknya juga akan melakukan genome sequencing untuk menganalisis lonjakan kasus tersebut.“Kami juga sudah sekarang meminta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing, apakah lonjakan yang ada di Kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru,” ujarnya.

Ditambahkan Menkes, guna menekan sebaran kasus di wilayah Kudus ini, Pemerintah terus mengintensifkan pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

“Pak Kapolri juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan micro lockdown PPKM, diharapkan apa yang terjadi di Kudus bisa kita isolasi dan tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Menkes kembali mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan terlebih di tengah peningkatan tren kasus yang terjadi saat ini.

Berita Terkait : Antisipasi Lonjakan Covid-19, Kemenkes Dongkrak Kapasitas Bed RS Hingga 300 Persen

“Pesan kami untuk daerah-daerah yang lonjakannya cukup tinggi, termasuk yang ada di Kudus, tolong tetap disiplin, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sekarang trennya lagi naik, tapi kalau kita disiplin insyaallah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik,” tandasnya.

Dalam laporannya, Menkes didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir  dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito. [MFA]