Dark/Light Mode

KPK Kembangkan Dugaan Pemberian Uang Dari Azis Syamsuddin Ke Penyidiknya

Rabu, 2 Juni 2021 11:32 WIB
Gedung KPK. (Foto: Ist)
Gedung KPK. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengembangkan lebih lanjut informasi dan fakta yang telah diperoleh dari hasil penyidikan kasus suap yang menjerat penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju.

"Termasuk tentu juga informasi dan data dari hasil pemeriksaan majelis etik yang dilakukan Dewas (Dewan Pengawas) KPK," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (2/6).

Sebelumnya, dalam sidang putusan etik, Dewas menyebut, Stepanus tak hanya menerima uang suap dari Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial, tapi juga sejumlah pihak berperkara lainnya.

"Terkait jumlah uang yang diduga diterima tersangka SRP (Stepanus), akan dikembangkan lebih lanjut pada proses penyidikan perkaranya yang saat ini masih terus dilakukan," tuturnya.

Berita Terkait : KPK Panggil Anak Nurdin Abdullah Dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman

Penyidik KPK, juga akan segera memanggil Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam perkara ini. "Mengenai waktunya, kami pastikan akan kami informasikan," tandas Ali.

Dalam putusan etik yang dibacakan Dewas, Azis disebut memberikan uang ke Stepanus sebesar Rp 3,15 miliar. Uang itu, berasal dari saksi kasus korupsi di Lampung Tengah bernama Aliza Gunado.

"Dalam perkara Lampung tengah yang terkait dengan saudara Aliza Gunado, terperiksa menerima uang dari Azis Syamsuddin sejumlah Rp 3,15 miliar," ungkap Anggota Dewas KPK Albertina Ho saat membacakan pertimbangan dalam sidang putusan untuk AKP Robin, Senin (31/5).

Dari jumlah itu, Stepanus membagikannya ke pengacara Maskur Husain sebesar Rp 2,55 miliar. Sementara dia mengantongi Rp 600 juta. Tapi menurut Albertina, Azis sudah menbantah hal itu ketika menjadi saksi di sidang etik Robin.

Berita Terkait : Status ASN Nggak Bakal Halangi KPK Berantas Korupsi

"Dibantah oleh saksi Azis Syamsuddin, yang menyatakan tidak pernah memberikan sejumlah uang kepada terperiksa," ucap mantan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) itu.

Dewas juga menyebut, Stepanus juga menerima uang dari sejumlah orang yang tengah berperkara di komisi antirasuah itu. Salah satunya, dari Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi yang menjerat eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Stepanus menerima Rp 5,1 miliar, yang Rp 4,8 miliarnya, diberikan kepada Maskur.

Selain itu, dia juga menerima uang Rp 525 juta dari Usman Effendi, yang terjerat kasus suap Kalapas Sukamiskin tahun 2019. Sebanyak Rp 272,5 juta diberikan kepada Maskur.

Kemudian, Stepanus juga disebut menerima uang sebesar Rp 505 juta dari Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna yang tersandung kasus suap perizinan pembangunan rumah sakit. Sebanyak Rp 425 juta diberikannya ke Maskur. Sementara dari M. Syahrial, Stepanus menerima Rp 1,3 miliar.

Berita Terkait : TWK Sudah Sesuai Prosedur, Firli: Tak Ada Upaya Singkirkan Siapapun!

Dewas KPK sendiri telah menyatakan Robin bersalah. Dewas memutuskan Robin bersalah melanggar etik dan dijatuhi sanksi pemecatan secara tidak hormat. [OKT]