Dark/Light Mode

Sudah Masuk Daftar WHO

Vaksin BUMN Bakal Pangkas Impor Sinovac Dan Sinopharm

Sabtu, 5 Juni 2021 05:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (262021). (Foto : ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (262021). (Foto : ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).

RM.id  Rakyat Merdeka - Vaksin Covid-19 buatan PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Universitas Baylor, Amerika Serikat (AS) telah masuk dalam daftar vaksin yang diakui Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kehadirannya dipatok bisa memangkas impor komoditas tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, selain tengah mengembangkan Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga sedang menggarap Vaksin BUMN.

“Vaksin sudah masuk list WHO ranking 121,” ucap Erick dalam konferensi pers di Ke­menterian BUMN, Rabu (2/6).

Meski begitu, Erick menjelas­kan, masuknya vaksin Bio Far­ma ke daftar WHO bukan berarti vaksin tersebut sudah dalam bentuk produk siap pakai. Vak­sin BUMN masih memerlukan proses lebih lanjut, seperti uji klinis 1-2-3. “Masih perlu waktu kira-kira setahun. Sama seperti Vaksin Merah Putih, masih bu­tuh waktu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Vaksin Merah Putih hingga kini belum masuk dalam register list. Hal tersebut lantaran Lembaga Eijkman dan Universitas Airlangga (Unair) masih dalam tahap penjajakan vaksin. Namun demikian, Erick berharap, Vaksin Merah Putih juga segera selesai dan bisa teregister. Sehingga, keberadaan vaksin buatan anak bangsa bisa mengurangi impor vaksin Sino­vac dan Sinopharm dari China, yang digunakan saat ini.

Bos Mahaka Group ini men­jelaskan, sekarang ini vaksin merupakan kunci dalam penanganan pandemi, baik di Tanah Air mau­pun di luar negeri. Dengan adanya standarisasi vaksin oleh otoritas internasional, maka akan menjadi pendorong agar aktivitas ekonomi nasional bisa segera pulih.

Baca juga : Top Markotop, Vaksin AstraZeneca Bisa Tangkal Covid Akibat Varian India

“Sekarang kami sedang melakukan rapat bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Na­sional), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), untuk terus mendorong vaksin diproduksi dalam negeri,” jelasnya.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengamini, Vak­sin BUMN masih dalam tahap pengembangan.

“Iya benar,” singkat Honesti di kesempatan yang sama.

Corporate Secretary Bio Far­ma Bambang Heriyanto menjelaskan, vaksin BUMN adalah, vaksin kerja sama pemerintah melalui holding farmasi Bio Farma dengan Baylor College of Medicine USA.

Saat ditanya soal langkah se­lanjutnya pasca vaksin teregister, Bambang menerangkan, masih menunggu prosesnya. Namun yang pasti, registrasi tersebut merupakan sebuah kemajuan yang signifikan bagi vaksin BUMN, terutama bagi Indonesia.

“Ini adalah kemajuan untuk kita semua. Terutama dalam upaya membangun kemandirian bangsa, agar bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri,” ujar Bambang kepada Rakyat Merde­ka, Rabu (2/6).

Baca juga : Komnas KIPI: 27 Kasus Kematian Pasca Vaksinasi Sinovac Tak Terkait Imunisasi

Sebagai bukti, Bambang tak lupa melampirkan link resmi https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines, yang menunjukkan Vaksin BUMN per 1 Juni 2021 sudah terdaftar di WHO.

Peran BUMN

Pengamat BUMN dari Univer­sitas Indonesia (UI) Toto Pranoto berharap, teregisternya vaksin besutan Bio Farma dan Baylor, akan mendorong kepercayaan diri Indonesia dalam menuntas­kan sejumlah target pemerintah.

“Kualitas vaksin kita juga berarti tak kalah dari produk impor. Apalagi kita mampu produksi sendiri dari perusahaan pelat merah,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apalagi selama ini, imbuh Toto, kredibilitas Bio Farma sebagai perusahaan vaksin sudah diakui secara internasional. Serta sudah berpengalaman melakukan ekspor ke lebih dari 100 negara.

Ini membuat peran Bio Farma di saat pandemi semakin sentral. Apa yang dilakukan Bio Farma semakin membuktikan, BUMN berperan aktif membangun ekonomi melalui pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga : Jokowi Kumpulin Pimpinan Daerah Se-Riau

“Karena itu dukungan kepada Bio Farma sangat diharapkan. Perusahaan ini punya prospek yang sangat baik di sektor far­masi,” kata Toto.

Toto menilai, kehadiran vak­sin Covid-19 dari Tanah Air, akan berpengaruh positif pada sejumlah kinerja BUMN, terutama yang berdampak besar akibat Covid-19.

“Otomatis eksekusi proyek akan berputar lagi. Maka, kinerja perusahaan terutama BUMN Karya seperti Wika, Waskita dan lainnya bisa terus membaik,” pungkasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.