Dark/Light Mode

Ingat Pesan Bung Karno, Mega: Prajurit TNI Jangan Lupakan Strategi Perang Gerilya

Minggu, 6 Juni 2021 21:31 WIB
Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat menghadiri peresmian patung Bung Karno di lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Minggu (6/6).
Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat menghadiri peresmian patung Bung Karno di lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Minggu (6/6).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan para prajurit TNI agar tidak melupakan strategi perang gerilya. Sebab, strategi itulah yang digunakan dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Saya selalu diingatkan oleh ayah saya, betapa pentingnya bagi generasi dari militer itu mengingat strategi perang gerilya," ujar putri Presiden RI Pertama Ir Soekarno itu, saat memberi sambutan pada peresmian patung Bung Karno di lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Minggu (6/6).

Karena selalu terngiang-ngiang pesan sang ayah itu, Mega mengaku selalu meminta panglima TNI memasukkan kurikulum perang gerilya dalam materi pembelajaran di akademi militer saat dirinya menjabat Presiden.

Berita Terkait : Prabowo Bangun Patung Soekarno Berkuda, Mega: Sungguh Istimewa

"Kalau dibayangkan, dengan bambu runcing dan dengan bantuan rakyat, maka kita dapat dan merebut kemerdekaan kita dan sampai hari ini tetap diakui sebagai sebuah bangsa yang merdeka," tegas Ketua Umum PDIP itu.

Mega juga berharap, angkatan bersenjata Indonesia dapat terus menjalankan amanah Undang-Undang Dasar 1945, yaitu ikut menjaga perdamaian dunia.

Dia menambahkan, peresmian Patung Bung Karno menjadikan seluruh api sejarah perjuangan bangsa menjadi bergelora kembali.

Berita Terkait : Langkah Prabowo Persempit Ruang Gerak Mafia Alutsista

"Dan bagi rakyat Indonesia saat ini, agar menjadikan api semangat itu sebagai energi perjuangan untuk membawa bangsa semakin berdaulat dan maju, namun tetap kokoh pada karakter dan budaya bangsa," tutur Mega.

Ditambahkannya, peresmian itu juga mengingatkan perjuangan Bung Karno membangun TNI agar menjadi kekuatan pertahanan yang sangat disegani karena kesatupaduan dengan rakyat.

Dalam peresmian patung Bung Karno tersebut, Mega didampingi putranya, Prananda Prabowo bersama istri Nancy Prananda, dan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Baca Juga : Krisis Moral Pangkal Perbuatan Korupsi, Etika Moral Bisa Mencegahnya

Sejumlah pejabat negara ikut hadir. Antara lain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Kepala BIN Budi Gunawan, serta para wakil kepala staf angkatan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjelaskan, patung Bung Karno itu dipilih karena sesuai dengan momen perayaan upacara pertama Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober 1946.

Momen itu penting karena saat itu Bung Karno yang menunggangi kuda menjadi inspektur upacara dan menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki Angkatan Bersenjata yang siap menjaga kedaulatan negara. [OKT]