Dark/Light Mode

Minta Merdeka, Nolak Bantuan Pemerintah

Teroris Papua Jangan Dikasih Ampun

Senin, 7 Juni 2021 08:31 WIB
Para anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pamer senjata. (Foto: Istimewa)
Para anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pamer senjata. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelakuan teroris Papua semakin menjengkelkan. Kebaikan hati pemerintah membangun Papua ditentangnya. Mereka keukeuh meminta merdeka. Hampir setiap hari, mereka juga bikin kekacauan. Kalau seperti ini terus, teroris Papua jangan dikasih ampun.

Dalam beberapa bulan terakhir, situasi keamanan di Bumi Cendrawasih itu, sangat mencekam. Kejahatan yang dilakukan teroris Papua makin menggila. Mulai merusak fasilitas umum, mengancam keselamatan banyak orang, bahkan secara acak mereka berani membunuh orang-orang yang dianggap sebagai pengkhianat.

Kamis (3/6) lalu, mereka melakukan pembakaran sejumlah fasilitas di Bandara Aminggaru, dan Perumahan Dinas Perhubungan, di Ilaga, Kabupaten Puncak. Dua hari berselang atau Sabtu (5/6), teroris Papua kembali berulah. Mereka membunuh satu keluarga di Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak. Korban meninggal berjumlah lima orang.

Tak cukup sampai di situ, salah satu kelompok teroris Papua dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengusir semua warga non-Papua dari Papua. Mereka menyebut warga non-Papua sebagai imigran Indonesia.

"Kami mengeluarkan peringatan tegas kepada semua imigran Indonesia yang mencari makan di negeri milik bangsa Papua, agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, dalam keterangannya, kemarin.

Agar ambisinya tercapai, Sebby menegaskan, TPNPB-OPM akan menerapkan strategi bumi hangus. Membakar semua perkotaan.

Sebby dengan tegas menolak pembangunan yang dilakukan pemerintah di Papua. "Kami tidak butuh pembangunan. Kami akan bangun sendiri, pakai uang kami sendiri. Kami tidak butuh pembangunan dari Indonesia," ucapnya.

Dia menyebut, peringatan ini punya konsekuensi serius bagi yang tidak mematuhi. TPNPB-OPM bakal menembak para pekerja Indonesia yang tetap bertahan. "Masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan Pimpinan dan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, maka risiko silakan tanggung sendiri," ucapnya.

Mendengar ancaman ini, Anggota Komisi III DPR, Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat lebih sigap. "Kehadiran Kapolri dan Panglima TNI di Papua beberapa waktu lalu diharapkan menjadi semangat para personel dalam melakukan pengamanan dan memberantas KKB, bukan justru malah kecolongan," imbuh Andi Rio, kepada wartawan, kemarin.

Anggota Komisi I DPR, Saifullah Tamliha menyatakan, Papua adalah NKRI, dan NKRI itu harga mati. "Sebagai bentuk negara hadir di Papua, maka TNI/Polri mesti melakukan sikap tegas kepada pelaku tindak pidana terorisme," tukasnya.

Menurut politisi PPP itu, pernyataan teroris Papua lebih memperjelas peran mereka dalam menebar ancaman. "Sebagai bentuk negara hadir di Papua, maka TNI/Polri mesti melakukan sikap tegas kepada pelaku tindak pidana terorisme. Jangan dikasih ampun," pintanya. [UMM]