Dark/Light Mode

Dilarang Menimbun Vaksin Covid-19

Ayo Dong, Pemda Proaktif Genjot Vaksinasi Warganya

Kamis, 10 Juni 2021 05:38 WIB
Iustrasi. (Foto : Istimewa).
Iustrasi. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Seluruh vaksin yang ada harus segera disuntikkan kepada masyarakat sesuai dengan kelompok prioritas. Vaksin tidak boleh ditimbun.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melarang Pemerintah Daerah (Pemda) menahan stok vaksin Covid-19 yang tersedia. Seluruh vaksin yang sudah didistribusikan harus disuntikkan kepada masyarakat sesuai kelompok prioritas yang sudah ditentukan.

“Tidak boleh ada stok. Harus terpakai se­mua. Tidak perlu manajemen stok. Habiskan semua untuk rakyat,” tegas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito.

Berita Terkait : Puan Minta Forkopimda Sulut Gencar Ajak Warga Ikut Vaksinasi

Kata Ganip, jika stok vaksin Covid-19 habis, dapat langsung meminta dikirimkan stok vaksin baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19, maka kekebalan kelompok atau herd immunity se­makin cepat terbentuk.

Imbauan Satgas Penanganan Covid-19 yang meminta Pemda mempercepat vaksinasi Covid-19 didukung netizen.

Berita Terkait : Uji Tahap Ketiga, Zifivax Harap Bisa Dukung Program Vaksinasi Nasional

“Kemendagri agar memerintahkan secara serentak seluruh Pemda sampai dengan level kelurahan untuk proaktif melaksanakan vak­sinasi serentak,” seru @yudianto99.

Akun @KemensetnegRI menyambung. Kata dia, Presiden Jokowi telah meminta percepatan vaksinasi massal di berbagai wilayah di Indonesia. Ditargetkan, Juni 2021 vaksinasi dapat menyentuh angka 700 ribu penyuntikan dosis per hari.

“Ada pun untuk bulan Juli mendatang, ditargetkan satu juta penyuntikan vaksin per hari,” katanya.
 Selanjutnya