Dark/Light Mode

Pelaku Usaha Dukung Gerak Satgas Investasi

Kamis, 10 Juni 2021 07:59 WIB
Men­teri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Foto : Istimewa).
Men­teri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku usaha mendukung keberadaan Satuan Tugas Percepatan Investasi (Satgas Investasi) yang diketuai Men­teri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Wakil Ketua Dewan Per­timbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, langkah pemer­intah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi. Termasuk pembentukan Satgas yang diisi orang-orang tepat ini sudah di jalur benar.

Berita Terkait : Telkom Hadirkan Pusat Data Terbesar Bertaraf Internasional

Selain itu, menurut Sar­man, pemerintah bergerak cepat menyusun perangkat pendukung Omnibus Law. Mulai dari menyusun se­jumlah regulasi turunannya, hingga mentransformasikan BKPM menjadi Kementerian Investasi.

“Ini langkah tepat untuk menggenjot target investasi Indonesia,” kata Sarman da­lam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Puan Minta Forkopimda Sulut Gencar Ajak Warga Ikut Vaksinasi

Ada pun tugas Satgas In­vestasi, di antaranya memas­tikan realisasi investasi setiap pelaku usaha penanaman modal dalam negeri, maupun penanaman modal asing yang berminat dan/atau yang te­lah mendapatkan perizinan berusaha.

Selain itu, Satgas ini juga mendorong percepatan usa­ha bagi sektor-sektor yang memiliki karakteristik cepat menghasilkan devisa, meng­hasilkan lapangan pekerjaan dan pengembangan ekonomi regional/lokal.

Berita Terkait : Fadli Zon Dukung Penguatan Alpalhankam

Menurut Sarman, strategi jemput bola tersebut akan efek­tif meningkatkan iklim investa­si nasional. Terutama terkait transformasi BKPM menjadi Kementerian Investasi.

“Dengan bentuk kemen­terian, BKPM akan makin leluasa melakukan terobosan, tidak cuma membuat regulasi. Kementerian Investasi juga bisa bergerak cepat sehingga daya saing investasi nasional bisa meningkat dan hambatan terselesaikan dengan cepat,” papar Sarman. [NOV]