Dark/Light Mode

Kasus Melonjak, Keterisian Ruang Isolasi Di Bandung Capai 81 Persen

Jumat, 11 Juni 2021 22:44 WIB
Keterisian ruang isolasi di RS Bandung terus bertambah.
Keterisian ruang isolasi di RS Bandung terus bertambah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Oded M Danial melaporkan, bahwa tingkat okupansi ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit yang ada di daerah meningkat dari 79 persen menjadi 81 persen.

"Saya sudah nanya Kepala Dinas Kesehatan kalau hari kemarin masih di angka 79 persen, tapi sekarang menjadi 81 persen, naik 2 persen," kata Oded di Balai Kota Bandung, dikutip Jumat (11/6).

Meski meningkat, menurut Oded sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Bandung merupakan rujukan dari sejumlah daerah lainnya seperti Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan yang lainnya.

Berita Terkait : Kasus Covid Nambah 4.824, Jawa Barat Dan Jawa Tengah Masih Teratas

Adapun Oded menyebut warga asli Kota Bandung yang diisolasi yakni hanya sebanyak 56 persen dari 81 persen keterisian ruang isolasi seluruhnya tersebut.

"Jadi sisanya itu memang pasien dari wilayah kabupaten lain," kata Oded.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakanm di daerah ini ada 28 rumah sakit yang menjadi rujukan untuk penanganan Covid-19.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Di Bantul Bertambah 100 Orang

Dari total rumah sakit itu, menurutnya ada sekitar 1.500 tempat tidur isolasi yang disiapkan untuk pasien Covid-19.

Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 setelah lebaran ini, pihak Dinkes Kota Bandung menurutnya telah meminta kepada para rumah sakit agar menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 30 persen dari daya tampung asal.

"Prosesnya sangat baik dari kemarin kita maraton rapat dengan pusat dan provinsi, semua rumah sakit berupaya untuk memperluas lagi tempat tidurnya," kata Yorisa.

Berita Terkait : Kasus Melonjak, Rusunawa Kudus Mulai Ditempati Pasien Covid-19

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19, saat ini jumlah kasus positif aktif Covid-19 mencapai 894 orang. Angka tersebut memang meningkat dibandingkan pekan lalu yang hanya berjumlah sekitar 700 kasus. [MFA]