Dark/Light Mode

Kasus Covid-19 Melonjak, RS Mulai Penuh

Buruan, Alih Fungsikan Sarana Umum Jadi Pusat Karantina...

Senin, 7 Juni 2021 05:15 WIB
Ilustrasi. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Melonjaknya kasus Covid-19 mengakibatkan rumah sakit di beberapa daerah mulai penuh. Semua pihak diminta turun tangan mengalih fungsikan sarana umum menjadi pusat karantina.

Kawalcovid19.id mengajak pengelola asrama, sekolah, gedung pertemuan, rumah ibadah, dan rusun untuk mengalih fungsikan tempatnya sementara untuk isolasi/karantina. Baik untuk orang dengan kontak erat maupun pasien Covid-19 ringan yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri.

“Karena alih fungsi ini butuh waktu, jangan tunggu RS kewalahan baru panik dan buru-buru mengoperasikan tanpa persiapan matang. Siapkan dari sekarang, ketika dibutuhkan bisa langsung dipakai,” ujar kawalcovid19.id.

Berita Terkait : Awas, Varian Delta Incar Anak-anak

Untuk diketahui, melonjaknya kasus Covid-19 membuat jumlah keterisian rumah sakit naik menjadi sekitar 25 ribu tempat tidur, atau naik sekitar 20% sampai 25%. Sebelumnya, angka keterisian tempat tidur rumah sakit sempat berada di titik terendah, yakni sekitar 20 ribu.

“Kami sampaikan memang kasusnya agak tinggi tetapi kita masih memiliki kapasitas sampai dengan 72 ribu tempat tidur, masih ada cukup kapasitas yang kita miliki,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.

Budi mengatakan, ada beberapa daerah yang keterisian rumah sakitnya cukup tinggi, seperti di Aceh, sebagian kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau. Peningkatan pasien rawat inap juga terpantau di daerah Jambi, sebagian daerah di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Sulawesi.

Berita Terkait : Ogah Divaksin, Tinggalin Aja

“Sekarang tren lagi naik tapi kalau kita disiplin insya Allah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik. Seluruh rumah sakit sudah kita persiapkan. Obat-obatan juga sudah kita persiapkan,” kata Budi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito meminta satgas daerah mengoptimalisasikan posko desa/kelurahan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menyikapi hal ini dengan mengeluarkan surat edaran tentang peningkatan kapasitas perawatan pasien Covid-19.

Edaran ini menginstruksikan direktur atau kepala rumah sakit di lingkungan Kemenkes pada zona 1 hingga zona 3 mengkonversi kapasitas ruang rawat inap dan ruang ICU yang dimiliki sesuai persentase ketersediaannya. “Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pasien Covid-19” ujar Wiku.
 Selanjutnya