Dewan Pers

Dark/Light Mode

JICT Dukung Pembersihan Pungli Di Pelabuhan Priok

Senin, 14 Juni 2021 07:26 WIB
Situasi saat penangkapan tujuh pelaku pungli di kawasan JICT. (Foto : Istimewa).
Situasi saat penangkapan tujuh pelaku pungli di kawasan JICT. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jakarta International Con­tainer Terminal (JICT) mendu­kung penuh langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk membersihkan praktik pung­utan liar (pungli) di kawasan pelabuhan Tanjung Priok. Ter­masuk di terminal JICT.

Senior Manager Corporate Secretary JICT Raditya Arrya mengatakan, pihaknya prihatin dengan adanya praktik pung­utan liar yang terjadi. Karena itu dia mendukung penangka­pan terhadap oknum pekerja outsourcing di terminal JICT yang tidak bertanggung jawab.

“Kami yakin bahwa ini hanya segelintir kelompok ke­cil oknum yang melakukan pungli di lingkungan JICT demi mendapatkan keuntungan pribadi semata. Kami mendukung setiap upaya penegakan hukum untuk memberantas pungli,” ujar Raditya, melalui keteranganresminya, Jumat (11/6).

Berita Terkait : Kak Seto: Pembelajaran Lewat Online Tak Selamanya Negatif

Lebih lanjut, ia menyesalkan masih adanya oknum pekerja yang tidak bertanggung jawab dari perusahaan outsourching yang ditunjuk JICT, terlibat pungli.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan peru­sahaan outsourching tersebut, untuk memastikan peristiwa ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di lingkungan JICT.

Ia menegaskan, perusahaan outsourcing tersebut harus tetap membina dan memberikan apresiasi kepada pekerja-pe­kerja yang bertanggung jawab dan berdedikasi baik dalam melakukan pekerjaan.

Berita Terkait : JICT Dukung Pungli Pelabuhan Disikat Habis

“Bagi segelintir oknum pekerja yang terlibat dalam prak­tik pungli ini untuk diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya akan memperketat dan tetap menerapkan sistem whistleblowing yang telah berjalan di JICT, demi mencegah terjadinya pelanggaran atau kecurangan yang terjadi di dunia kerja.

Di mana setiap pelanggaran yang dilakukan akan diberikan sanksi berat sesuai ketentuan perusahaan yang berlaku. [IMA]