Dark/Light Mode

Komisi VI DPR Dukung Strategi Pemulihan Asabri

Kamis, 10 Juni 2021 13:55 WIB
Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan Asabri. (Foto: Ama/RM)
Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan Asabri. (Foto: Ama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi VI DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi dan komisaris PT Asabri (Persero). Dalam RDP, Komisi VI DPR menyatakan mendukung strategi pemulihan Asabri.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal. Dari jajaran direksi dan komisaris Asabri antara lain Direktur Utama Wahyu Suparyono dan Komisaris Utama Fary Djemy Francis.

Berita Terkait : Komisi IV Minta KKP Naikkan Honor Penyuluh Di Daerah

Di dalam rapat, Wahyu memaparkan strategi penyehatan Asabri yang sedang dijalankan perusahaan. Strategi tersebut di antaranya melakukan perbaikan tata kelola, termasuk organisasi dan pengelolaan investasi, optimalisasi bisnis dan efisiensi biaya melalui sinergi klaster asuransi BUMN, recovery asset bermasalah, dan penyusunan kembali portofolio investasi. Selain itu, Asabri juga sedang mengusulkan penerapan bunga aktuaria khusus untuk asuransi sosial serta permohonan Unfunded Past Service Liability (UPSL) ke Kementerian Keuangan.

“Kami akan terus berusaha keras dan yakin dengan dukungan kerja keras seluruh insan Asabri didasari dengan tagline AKHLAK, integritas, kejujuran, berbudi pekerti yang baik, perusahaan akan dapat kembali pulih dan lebih baik lagi,” ujar Wahyu.

Berita Terkait : Asabri Serahkan Santunan Khusus ke Ahli Waris Prada Ardi Yudi Arto

Mendengar ini, Komisi VI DPR menyatakan mendukung penuh strategi yang sedang dijalankan Asabri. Komisi VI DPR akan membantu membicarakan dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan pada rapat kerja selanjutnya.

“Kami meminta Asabri untuk menjaga kinerja dan kondisi keuangan serta menjamin hak peserta tidak ada yang hilang atau dikurangi. Agar dapat meningkatkan moril prajurit baik TNI maupun Polri yang sedang bertugas dalam menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia,” ucap Hekal. [USU]