Dark/Light Mode

Lockdown Terbatas Bisa Menjadi Solusi

Minggu, 20 Juni 2021 07:56 WIB
Warga berada di kawasan karantina wilayah terbatas atau lockdown skala mikro di Jalan Intan Berduri, Kawasan Sumur Batu, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021). (Foto : ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras).
Warga berada di kawasan karantina wilayah terbatas atau lockdown skala mikro di Jalan Intan Berduri, Kawasan Sumur Batu, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021). (Foto : ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah mengatakan, butuh kebijakan tepat dalam penanganan penularan Covid-19.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai pemerintah salah mengambil keputusan yang akhirnya akan berdampak besar pada ekonomi Indonesia yang sedang dalam masa pemulihan.

“Kalau pun ingin melakukan lockdown atau pembatasan so­sial, sebaiknya dilakukan ter­batas untuk daerah yang benar-benar zona merah. Diharapkan, dampaknya ke ekonomi tidak akan sebesar lockdown total di satu daerah,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Trubus, lockdown yang dilakukan juga tidak harus menutup pusat perdagangan ataupun industri. Namun, lebih kepada pembatasan sosial bagi masyarakat dan lokasi-lokasi tertentu untuk meminimalisir angka penularan Covid-19.

Baca juga : Hati-hati, 6 Sikon Ini Ternyata Bisa Picu Lonjakan Kasus Covid

Untuk zona oranye dan hijau, pemerintah bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan pengawasan yang lebih ditingkatkan.

“Dengan langkah penanganan yang tepat, kita harapkan angka penularan turun tapi ekonomi tetap bergerak ke arah positif,” harap Trubus.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 bisa mencapai 7 persen.

“Mungkin benar, mobilitas masyarakat naik sejak Lebaran. Tetapi indikasi akan kami pantau terus, apakah berimplikasi pada kegiatan ekonomi,” tutur Perry.

Baca juga : Terpapar Covid, 2 WNI Meninggal Di Malaysia

Dijelaskan Perry, mengacu data terkini, indikator konsumsi rumah tangga masih meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti penjualan eceran, terutama makanan, minuman dan tembakau, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Tak hanya itu, perbaikan ekono­mi domestik juga tercermin dari ekspektasi konsumen, penjualan online dan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur yang melanjutkan peningkatan.

Kemudian, peningkatan ki­nerja ekspor, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja. Serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama.

Secara spasial, peningkatan ekspor juga terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kali­mantan dan Sulawesi-Maluku- Papua (Sulampua).

Baca juga : Pelindo I Kembangkan Bisnis Marine Service

Menurut Perry, perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi yang terus membaik.

“Karena itu, kamu optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IImasih sesuai proyeksi,” pungkas Perry. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.