Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Menurutnya, pusat perbelanjaan salah satu bisnis yang terdampak paling dalam jika ada pembatasan. Tahun lalu, saat PSBB, kunjungan mall hanya 40 persen dari total kapasitas.
Alphonzus melihat, skenario terburuk jika terjadi PSBB ketat dampaknya akan langsung menurunkan tingkat kunjungan mall secara tajam dan berimbas ke pendapatan. Pada akhirnya akan berdampak kepada perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Dia berharap tidak adanya tambahan pembatasan. Walaupun dalam aturan terbaru untuk daerah zona merah, harus menyelenggarakan kegiatan bekerja dari rumah (Work From Home/ WFH) hingga 75 persen.
Baca juga : Menaker Minta Pengusaha dan Pekerja Perkuat LKS Tripnas
Hal ini akan berdampak pada kegiatan bisnis yang selama ini berkaitan dengan aktivitas kantor, seperti mall dan restoran. Imbasnya, kunjungan mall juga akan menipis walaupun hanya sedikit.
Alphonzus mengaku belum bisa memprediksi secara pasti dampaknya akan signifikan terhadap kunjungan mall di beberapa tempat seperti pusat bisnis, antara lain SCBD Sudirman, yang berada di kelurahan Senayan tapi tidak tinggi angka positif covid- 19. Begitu juga kawasan Mega Kuningan, yang berada di kelurahan Kuningan Timur.
“Paling tidak ya turun 30 persenan, untuk mall yang dekat perkantoran dan yang berada di kawasan zona merah,” tuturnya.
Baca juga : Kasus Nurdin Abdullah, KPK Panggil Lagi Pengusaha Alkes Imelda Obey
Dia menegaskan, pemerintah harus segera memastikan dan menegakkan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten agar peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 dapat terkendali.
Dirinya mengingatkan, sejak sebelum Idul Fitri 2021, pusat perbelanjaan sudah konsisten menjalankan protokol kesehatan.
Alphonzus juga menegaskan, tidak ada lonjakan jumlah kasus positif yang disebabkan pusat perbelanjaan. Anggota asosiasi berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten menjadikan pusat perbelanjaan sebagai fasilitas yang aman dan sehat untuk dikunjungi. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya