Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemiskinan. Selama pandemi Covid-19, berbagai stimulus bantuan sosial juga telah disalurkan untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilihat hanya berdasarkan angka statistik. Akan tetapi, perlu tindakan nyata di lapangan untuk benar-benar mengetahui persoalan yang dihadapi.
Baca juga : Dilarang Makan Di Warung, Ganjar Habiskan Ransum Bikinan Istri Di Parkiran
"Realita sosial itu tidak semudah diangkakan. Masalah kemiskinan, kalaupun angkanya sudah sedikit, tidak akan semudah itu mengatasinya. Justru makin kecil angka kemiskinan, daya ungkitnya lebih kuat. Kalau dalam istilah ekonomi, dibutuhkan COR (Capital Output Ratio) yang lebih besar," ujarnya, saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXII tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) melalui daring, Rabu (7/7).
Ia mencontohkan, di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur membutuhkan COR yang lebih berat dibandingkan dengan daerah lain untuk bisa memperoleh output yang sama. Hal tersebut lantaran banyak sekali masalah yang harus diselesaikan.
Baca juga : Komisaris Gini Jangan Ditiru
Sama dengan masalah kemiskinan dan stunting, angka yang semakin berkurang merupakan indikator untuk lebih fokus memberikan perhatian dengan upaya-upaya yang lebih besar dalam mengatasinya. Ibarat nasi, kata Muhadjir, itu adalah sisa-sisa keraknya sehingga akan sulit dibersihkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya