Dark/Light Mode

Anis Matta: Visi Muhammadiyah Jauh Ke Depan

Senin, 19 Juli 2021 15:55 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. (Foto: Ist)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, Muhammadiyah memiliki visi dan cakrawala yang jauh ke depan sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

"Visi dan cakrawala Muhammadiyah tersebut, tumbuh dan berkembang seiring bertumbuhnya Indonesia sebagai bangsa," kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (19/7).

Hal ini disampaikan Anis Matta terkait Milad Muhammadiyah ke-112 yang jatuh pada Ahad 8 Dzulhijah Hijriyah atau Minggu, 18 Juli 2021.

Menurut Anis Matta, pilihan berkhidmat dalam amal usaha pelayanan, terutama pendidikan dan kesehatan, menunjukkan visi dan cakrawala Muhammmadiyah yang jauh ke depan. Pilihan berkhidmat itu, lanjutnya, juga bisa dilihat dari azas kemanfaatannya dalam mengatasi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Baca juga : Distribusi Barang Terhambat, Pelaku Usaha Juga Butuh Kelonggaran

"Muhammadiyah kadang sunyi dari sorotan dan tepuk tangan, tapi visi dan cakrawala Muhammmadiyah sangat jauh ke depan, seperti bahwa kemajuan suatu bangsa bertumpu pada manusia," katanya. 

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar selama ini, tidak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia. Muhammadiyah didirikan pada 8 Dzulhijah 1330 Hijriah atau bertepatan dengan 18 November 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta. KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk mengembalikan umat Islam di Indonesia kepada ajaran berdasar pada Al Quran dan Hadis.

"Selamat Milad Muhammadiyah ke-112. Pada momen yang baik ini, mari kita berdoa semoga Allah memberikan kasih sayangnya kepada bangsa Indonesia, terutama di masa yang penuh tantangan ini," katanya.

Anis Matta sendiri merupakan kader Muhammadiyah. Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan, lembaga pendidikan yang didirikan oleh Muhammadiyah. Pesantren ini didirikan oleh KH Abdul Djabbar Ashiri dan dibantu oleh KH Abdul Djalil Tahir pada tahun 1971 yang hingga saat ini masih terus eksis.

Baca juga : INSA Minta Vaksinasi Untuk Pelaut Digenjot

Dari laman resmi Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan, dengan sejumlah amal usaha yang bergerak di berbagai bidang, terutama pendidikan dan kesehatan, menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern terbesar di dunia.

"Maka orang bilang Muhammadiyah ini organisasi Islam modern terbesar di dunia. Bukan hanya di Indonesia," kata Haedar.

Saat ini Muhammadiyah menurut Haedar tercatat telah memiliki 163 Universitas, 23 ribu PAUD dan TK, 348 pondok pesantren, 117 rumah sakit, 600 klinik dan ribuan pendidikan dasar dan menengah.

Dengan amal usaha yang jumlahnya tidak sedikit itu, Muhammadiyah menurut Haedar diharapkan dapat menjadi teladan bahwa Islam adalah dinul amal atau Islam adalah agama amaliyah.

Baca juga : Abis Mencuri Nyantai Ngeteh, Eh Ketiduran

"Islam sebagai dinul amal itu puncaknya nanti adalah Islam sebagai dinul hadharah, Islam menjadi agama peradaban yang maju yang kemudian kita sebut sebagai Islam Berkemajuan," tutupnya. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.