Dark/Light Mode

Pertamedika Gercep Atasi Kekurangan Faskes

Pasien Corona Gejala Berat Bisa Dirawat Di Asrama Haji

Kamis, 22 Juli 2021 05:27 WIB
Peresmian Gedung Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang disulap menjadi RS Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi. (Foto : Istimewa).
Peresmian Gedung Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang disulap menjadi RS Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) meresmikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji. Fasilitas ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kapasitas penanganan pasien Covid-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi gerap cepat (ger­cep) Pertamedika IHC dalam memenuhi kebutuhan ruang rawat bagi pasien Covid-19 yang belakangan ini terus meningkat.

Menurutnya, perubahan terse­but merupakan langkah tepat dalam menangani pandemi. Gedung berlantai empat dengan luas 1.357 meter (m) itu, memi­liki kapasitas 150 tempat tidur, fasilitas gawat darurat dan rawat jalan yang sangat memadai.

Baca juga : PLN Gerak Cepat Bantu Atasi Kekurangan Oksigen Di RSUP Sardjito

“Ini langkah cepat dan tepat yang dilakukan perusahaan BUMN dengan menjadikan tempat ini sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menangani pasien dengan gejala berat hingga kritis,” ujarnya, di Jakarta, Senin (19/7).

Ia menyampaikan, sejak awal pandemi pihaknya selalu menekankan kepada perusahaan-perusahaan pelat merah agar menyiapkan fasilitas-fasilitas dan program penanganan pasien Covid-19 sebagai bentuk hadirnya negara bagi masyarakat.

Ia berterima kasih kepada Menteri Agama Gus Yaqut atas dukungan yang diberikan. Se­hingga, fasilitas haji ini bisa dirombak sesuai kebutuhan.

Baca juga : Sediakan 150 Bed, Pertamina Terus Pantau Pengerjaan RS IHC Asrama Haji

“Kerja sama ini membantu percepatan dalam menghadapi situasi kritikal yang dibutuhkan kementerian atau instansi lain,” katanya.

Direktur Utama Pertame­dika Fathema Djan Rachmat menjelaskan, rumah sakit (RS) ekstensi ini diperuntukkan bagi perawatan pasien bergejala berat dan kritikal.

Dia merincikan, RS ini memi­liki kapasitas total 150 tempat ti­dur. Dari jumlah itu, 124 tempat tidur untuk level ICU (Intensive Care Unit) dan HCU (High Care Unit) yang dilengkapi 74 mesin ventilator dan 50 ventila­tor HNFC (High Flow Nasal Cannula). Sedangkan, sisanya 26 tempat tidur diperuntukkan sebagai ruang isolasi pemulihan.

Baca juga : Sambangi Pasien Isoman, Gubernur Jabar Berikan Obat Gratis Dan Vitamin

“RSPJ Ekstensi Asrama Haji ini akan dioperasionalkan oleh 320 tenaga kesehatan terdiri dari 210 perawat, 75 dokter, 15 analis, dan 20 asisten apoteker,” katanya.

Selain itu, rumah sakit ini juga dilengkapi dengan ruangan-ruangan yang telah dilengkapi negative pressure, HEPA (Health Efficiency Particulate Air) filter, dan sistem oksigen sentral dengan seluruh layanan radiologi serta sebagian laboratorium.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.