Dark/Light Mode

Pertamedika Gercep Atasi Kekurangan Faskes

Pasien Corona Gejala Berat Bisa Dirawat Di Asrama Haji

Kamis, 22 Juli 2021 05:27 WIB
Peresmian Gedung Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang disulap menjadi RS Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi. (Foto : Istimewa).
Peresmian Gedung Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang disulap menjadi RS Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
“Dalam waktu singkat nanti kami akan lengkapi dengan CT (Computerized Tomography) scan dan fasilitas penunjang lainnya, seperti hemodialisis,” akunya.

Untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RSPJ Ekstensi Asrama Haji ini, bisa melalui tiga jalur. Yakni, pasien mendaftar melalui Sistem In­formasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute), atau menghubungi langsung RSPJ Ekstensi Asrama Haji. Terakhir, pasien bisa datang langsung ke rumah sakit.

Ia mengaku, hingga Senin (19/7) malam ada sekitar 25 pasien yang sudah terdaftar.

Baca juga : PLN Gerak Cepat Bantu Atasi Kekurangan Oksigen Di RSUP Sardjito

“Tapi, karena sudah banyak an­trian, jadi yang sudah mendaftar duluan melalui Sisrute ataupun melalui RSPJ Ekstensi itu yang kami terima dahulu, baru kemu­dian (pasien) yang akan datang (langsung ke RS),” akunya.

Tidak hanya Pertamedika IHC yang menambah layanan kesehatannya, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Patra Jasa, kini tengah mem­bangun RS Modular Darurat Covid-19 di Tanjung Duren, Ja­karta Barat. Serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni yang menyulap salah satu kapalnya menjadi tempat isolasi apung pertama bagi pasien Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Ra­hadiansyah menyambut positif kesigapan BUMN dalam me­nyediakan kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca juga : Sediakan 150 Bed, Pertamina Terus Pantau Pengerjaan RS IHC Asrama Haji

“Asrama Haji dialihfungsikan untuk penanganan Covid-19, itu bagus. Sudah responsif pada kebutuhan layanan kesehatan,” ucap Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia berharap, sejumlah RS yang statusnya darurat bisa dibangun secara permanen, mengingat jumlah penderita Covid-19 ini masih terus bertambah. Apa­lagi, pemerintah juga memiliki skema Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bisa diberikan kepada BUMN untuk menjaga ataupun meningkatkan kinerja di tengah pandemi.

“Pertamedika sebagai holding pasti jaringannya banyak. Berarti jangkauannya juga sangat luas, kalau ada (suntikan) PMN bagus juga untuk menambah layanan kesehatan saat ini,” tukasnya.

Baca juga : Sambangi Pasien Isoman, Gubernur Jabar Berikan Obat Gratis Dan Vitamin

Untuk diketahui, Pertamedika IHC adalah holding BUMN rumah sakit. Pada Juni 2020, sebanyak tujuh BUMN telah bersedia untuk mengalihkan kepemilikan saham di rumah sakit yang dikelolanya kepada Pertamedika IHC ini.

Ketujuh perusahaan tersebut adalah, PT Krakatau Steel Tbk, PT Pelabuhan Indonesia II (Per­sero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perkebunan Nusan­tara X, PT Perkebunan Nusantara XI, PT Perkebunan Nusantara XII, PT Timah Tbk. Dengan di­lakukannya penandatanganan ini maka jumlah rumah sakit yang akan dikelola dalam grup IHC ini akan meningkat dari sebelumnya 14 rumah sakit menjadi total 35 rumah sakit. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.