Dark/Light Mode

Pancamain Bikin Anak Senang Dengan Pancasila

Selasa, 27 Juli 2021 16:45 WIB
Pancamain. (Foto: ist)
Pancamain. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono mengatakan, Pancamain akan digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda Indonesia.

“Dengan Pancamain, anak-anak menjadi senang (mempelajari Pancasila),” buka Hariyono dalam seminar daring Pengenalan Pancamain Indonesia, Selasa (27/7). 

Pancamain adalah lima permainan tradisional yang dipilih oleh BPIP untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan interaktif. Yakni gasing, bola lima, papancakan, balap jajar, dan catur Teukur Umar. Permainan tersebut bertujuan untuk membuka jalan bagi nilai-nilai Pancasila untuk dapat dipahami dan dilaksanakan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa Pancasila sebagai sebuah nilai tidak bisa dipahami hanya dengan ceramah. “Tanpa kita lakukan dan aktualisasi, nilai-nilai tersebut tidak akan mengalami internalisasi,” tukas Hariyono. 

Berita Terkait : BPIP Bekali Calon Paskibraka Nasional 2021 Pancasila

Mempelajari nilai-nilai Pancasila melalui Pancamain akan memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar melalui praktik yang menyenangkan.

Anak-anak yang menjadi target permainan akan meletakkan perhatian pada nilai-nilai Pancasila dan menumbuhkan sisi kreatif dari masing-masing individu berdasarkan nilai tersebut.

“Kalau sudah kreatif, biasanya akan inovatif,” katanya. 

Berita Terkait : BPIP: Majukan Indonesia Timur Dengan Keadilan Sosial

Hariyono mengingatkan, saat ini Indonesia sedang membutuhkan individu-individu inovatif untuk menciptakan berbagai terobosan baru bagi bangsa. Menurut dia, generasi yang inovatif dan kreatif sangat dibutuhkan dalam rangka menyambut bonus demografi dan Revolusi Industri 4.0. Apabila tidak dipersiapkan, maka bonus demografi dan Revolusi Industri 4.0 justru akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Selain itu, Hariyono juga menjelaskan mengenai pentingnya Pancamain untuk menjadi dasar pendidikan karakter.

“Dengan bermain, kita dikenalkan teman kita dan bagaimana cara berkolaborasi, bukan sekadar kompetisi,” katanya.

Berita Terkait : Bos Danamon Bandingkan Bunga Tabungan Bank Di Jepang Dengan Indonesia

Adapun yang melatarbelakangi keputusan BPIP untuk mengadopsi permainan tradisional sebagai Pancamain adalah nilai-nilai luhur dalam permainan tradisional yang diwariskan oleh para nenek moyang. Di sisi lain, permainan tradisional juga dapat mengenalkan anak-anak didik tentang budaya Indonesia di tengah kemajuan teknologi.

Seminar daring yang diselenggarakan BPIP dihadiri oleh guru-guru PAUD, TK, SD, SMP, dan Umum yang berasal dari seluruh Indonesia. Melalui seminar pengenalan Pancamain ini, BPIP berharap agar para guru dapat mengimplementasikan Pancamain kepada anak didik mereka. [BCG]