Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hadapi Karhutla

KLHK Siapkan Hujan Buatan

Selasa, 3 Agustus 2021 07:06 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya secara virtual (30/072021), memimpin langsung rapat teknis membahas penjelasan prakiraan cuaca dan teknik modifikasi cuaca serta kesiapan patroli desa. (Foto : Dok. KLKH)
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya secara virtual (30/072021), memimpin langsung rapat teknis membahas penjelasan prakiraan cuaca dan teknik modifikasi cuaca serta kesiapan patroli desa. (Foto : Dok. KLKH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersiap menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim panas tahun ini. Salah satunya, menyiapkan hujan buatan.

Melalui Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah sudah memetakan 401 titik panas di daerah rawan Karhutla.

“Kami harus mewaspadai beberapa wilayah yang rawan karhutla, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, kemarin.

Berita Terkait : Wapres: RI Perlu Siapkan Pengusaha Berbasis Syariah

Sebelumnya, Siti mengge­lar rapat teknis bersama Ba­dan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta ahli klimatologi dari IPB (Institut Pertanian Bogor) mem­bahas prakiraan cuaca. Dan, teknik modifikasi cuaca serta kesiapan patroli desa dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Situ meminta, semua pihak mengikuti pantauan titik panas yang muncul di wilayah rawan Karhutla.

“Patroli terpadu harus me­libatkan masyarakat sebagai suatu sistem pertahanan untuk mengendalikan karhutla sedini mungkin,” ujar Siti.

Berita Terkait : Hadapi Pandemi, Grand Dafam Braga Bandung Sediakan Paket Vaksin Nasi

Menurutnya, Patroli terpadu telah dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Hingga kini, telah tercipta sebanyak 185 posko desa dengan jangkauan hingga 555 desa di sekitar posko.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini secara implisit meminta tim patroli untuk terus melakukan penguatan kapasitas pada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), yang kini juga telah ditambah dengan kelompok paralegal.

Upaya lain mencegah karhut­la, lanjutnya, dengan meman­faatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), dengan mencip­takan hujan buatan di wilayah rawan Karhutla. Menurutnya, TMC di Provinsi Riau, pada fase pertama 10 Maret – 5 April 2021, secara umum meningkat­kan curah hujan sekitar 33–64 persen terhadap curah hujan alamnya.

Berita Terkait : Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini

Penambahan curah hujan di lokasi penyemaian awan adalah sekitar 194.3 Juta meter kubik (m3). Sedangkan pada fase kedua, secara umum persentase penambahan curah hujan periode di Provinsi Riau pada Juli 2021 adalah sebesar 2 persen terhadap curah hujan alamnya. [NOV]