Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengamat Kepolisian: Jangan Buru-Buru Simpulkan Kapolda Sumsel Kena Prank
Selasa, 3 Agustus 2021 14:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Putri almarhum Akidi Tio, Heriyanti diperiksa penyidik Polda Sumatera Selatan terkair sumbangan Rp 2 triliun yang diduga hoaks. Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang menerima sumbangan secara simbolis, dinilai publik terkena prank.
Karena itu, muncul permintaan agar Eko diperiksa dan dinonaktifkan. Dia dianggap tak teliti dalam mencari informasi awal.
Pengamat Kepolisian Sahat Dio meminta publik tak terburu-buru mengambil kesimpulan atas persoalan yang sejak awal ramai diperbincangkan ini.
Baca juga : Kapoldanya Kenal Akidi Tio, Polda Sumsel Ogah Dibilang Kena Prank
"Biarkan penyidik bekerja, toh katanya masih dalam pemeriksaan pihak-pihak yang diduga terkait," ujar Sahat lewat pesan singkat, Selasa (3/8).
Dia juga meminta publik tak menyalahkan Kapolda Sumsel atau Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.i Dingatkan Sahat, siapapun yang menyatakan akan menyumbang atau berderma untuk penanganan pandemi, pasti akan diterima dengan tangan terbuka. Itu yang dilakukan Irjen Eko.
"Saya kira siapa pun pasti akan bersikap sama. Sangat jarang atau nggak akan pernah ditemukan orang yang menolak saat hendak diberi sumbangan. Niatnya kan pada awalnya baik," tuturnya.
Baca juga : Kabid Humas Polda Sumsel Bantah Anak Akidi Tio Tersangka
Apalagi, lanjut Sahat, Akidi Tio adalah pengusaha dan sudah dikenal. Karena itu, wajar jika Irjen Eko percaya. "Sudah pengusaha, ditambah warga keturunan, siapa sih yang nggak percaya kalau sudah demikian?" tanya Sahat.
Hal lain yang juga meyakinkan adalah, penghubung antara pihak keluarga dengan Polda Sumsel adalah mantan pimpinan rumah sakit yang juga dokter pribadi Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan.
"Nggak main-main loh ini kelihatannya, ada seorang yang bergelar profesor yang meyakinkan hibah tersebut kemungkinan benar adanya. Ditambah Kapolda mengaku telah mengenal keluarga Akidi semasa bertugas di Aceh. Kan semakin meyakinkan ini semua," papar Sahat.
Baca juga : Puan Ke Pemda: Jangan Tunggu Ditegur Baru Cairkan Insentif Nakes!
Dia pun meminta seluruh pihak bersabar menunggu hasil pemeriksaan. Jika pada akhirnya disimpulkan bahwa sumbangan tersebut bualan belaka, Sahat berharap hal tersebut dijadikan pelajaran bagi semua pihak.
"Lucu memang, kalau kita baca atau dengar ceritanya. Tapi bijaknya dijadikan pelajaran kita semua," tandasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya