Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Luhut Dituding Main Proyek, Beli Saham Zyrex

Jubir Menko Marves: Jangan Fitnah, Djoko Edhi Harus Buktikan Tuduhannya

Sabtu, 7 Agustus 2021 20:54 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi meminta Djoko Edhi Abdurrahman, untuk membuktikan tuduhannya soal pembelian 51 persen saham Zyrex oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Tuduhan itu disuarakan Djoko Edhi lewat kolom opini di sebuah media online. Judulnya: Curang, Luhut Akuisisi Zyrex.

Baca juga : Menteri Suharso: Wisata Pantai Baluran Situbondo Harus Dijaga

Dia mengaitkannya dengan program laptop dalam negeri, yang dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

"Terkait tuduhan Saudara Djoko Edhi Abdurahman, bahwa Pak Luhut membeli saham Zyrex 51 persen dan mengaitkannya dengan program laptop dalam negeri Kemdikbud, kami mohon Saudara Djoko dapat segera memberikan bukti sebagai backup tuduhannya. Tuduhan tersebut adalah fitnah. Dan fitnah yang bersangkutan, sudah menyebar luas di sosmed," kata Jodi dalam keterangan yang diterima RM.id, Sabtu (7/8).

Baca juga : Menko Darmin: Jangan Main-main Dengan Telur

Jodi membantah, jika permintaan bukti atas tuduhan yang dilancarkan mantan anggota DPR dari Fraksi PAN ini, disebut sebagai bagian dari upaya pembungkaman.

"Jangan nanti dibilang kita ini sewenang-wenang. Jangan dibilang nanti anti kritik atau upaya pembungkaman. Oleh karena itu, kami tunggu penjelasannya sesegera mungkin," sambung Jodi. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.