Dewan Pers

Dark/Light Mode

Giliran Rumah Dinas Bupati Banjarnegara Digeledah KPK

Selasa, 10 Agustus 2021 15:26 WIB
Gedung KPK. (Foto: Ist)
Gedung KPK. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Setelah sebelumnya menggeledah kantor Dinas PUPR Pemda Banjarnegara dan kantor PT Bumi Rejo (BR), hari ini tim penyidik komisi antirasuah menggeledah dua lokasi lain di kabupaten tersebut.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, dua lokasi itu adalah rumah dinas Bupati Banjarnegara di Jl. Dipayuda Kelurahan Kutabanjarnegara dan sebuah rumah kediaman di Krandengan.

Berita Terkait : KPK Geledah Kantor Dinas PUPR dan Perusahaan Kontraktor Di Banjarnegara

"Tim penyidik saat ini masih melakukan pengumpulan bukti- bukti terkait perkara ini. Untuk perkembangan kegiatan dimaksud nantinya akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Ali lewat pesan singkat, Selasa (10/8).

Sebelumnya, tim penyidik pimpinan Firli Bahuri cs menemukan dokumen dan barang bukti elektronik saat menggeledah kantor Dinas PUPR Banjarnegara dan kantor PT BR pada Senin (9/8).

Bukti-bukti tersebut akan dianalisa lebih lanjut dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi pembuktian berkas perkara.

Berita Terkait : Anak Bupati Bandung Barat Segera Diadili

KPK tengah menyidik kasus korupsi pengadaan, pemborongan, ataupun persewaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarnegara tahun 2017-2018.

Tak hanya korupsi, KPK juga mengusut dugaan gratifikasinya. Sejalan dengan adanya penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini.

Salah satu yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dikabarkan adalah Bupati Banjarnegara.

Berita Terkait : Achraf Hakimi, Disoraki Gegara Dukung Palestina

Ali sendiri masih enggan membeberkan siapa saja pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tersebut.

KPK akan mengumumkan secara lengkap kronologis serta pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya proses penangkapan dan penahanan. [OKT]