Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Hari ini, Handaka bersama Menteri Perdagangan (Mendag) M. Luthfi mencoba simulasi penerapan QR Code aplikasi PeduliLindungi ini di Mall Kasablanka. Dia memastikan, penerapan protokol kesehatan tak main-main. "Kalau ketahuan ada karyawan mall yang tidak memenuhi bahkan kita denda," tegasnya.
Eks CEO Senayan City ini mengungkapkan, PPKM sangat memukul industri ritel. Mall yang benar-benar ditutup kemarin, membuat pendapatan nol persen. Di saat yang sama, pelaku industri ritel tetap harus membayar gaji, BPJS karyawan, sewa outlet di mall dan lainnya.
Baca juga : Masa Depan Kota Pasca Pandemi
"Pengeluaran tetap ada namun pendapatan nol. Bisa dibayangkan bagaimana kesulitan yang dihadapi?" tutur Handaka.
Meski begitu, Handaka masih bersyukur, ada sebagian pengelola mall yang memberikan kelonggaran kepada penyewa toko dan kios-kios yang ada di mall, karena minusnya pendapatan. "Ada mall bahkan yang menghapus biaya rentalnya," sebutnya.
Baca juga : Cabut Dari Barca, Messi Masih Jomblo
Untuk itu ia APPBI meminta kepada pemerintah untuk juga memberikan keringanan terkait penghapusan PPh Final selama setahun. PPh final ini termasuk biaya sewa, service charge hingga penggantian biaya listrik. Kebijakan ini penting dalam menghadapi kondisi khusus karena dampak dari Covid-19 ini.
Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan pengurangan atau diskon dari pembayaran listrik mall. Tapi, belum dikabulkan PT PLN (Persero) Perseroan, kata Handaka, bisa memberikan opsi dikurangi harga, penundaan pembayaran, atau dibayar setahun lagi.
Baca juga : Koalisi Senang Oposisi Girang
"'Ini kalau memang mau, menjadi sebuah pemikiran yang simpatik harusnya. Karena ada beberapa mall yang dikenakan biaya minimum, dipakai atau tidak dipakai harus biaya minimum," pintanya.
Ke depan, dia meminta pemerintah menertibkan lagi bagian-bagian yang belum rapi. Kemudian, vaksinasi diharapkan segera berjalan, sehingga bisa lekas mencapai herd immunity. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya