Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPKM Diperketat, Rupiah Langsung Down

Kamis, 1 Juli 2021 09:51 WIB
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah. Rupiah turun 0,07 persen di level Rp 14.510 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.500 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,4 persen, ringgit Malaysia turun 0,17 persen, yuan China minus 0,13 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya terkoreksi 0,02 persen ke posisi 92,42.  Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,16 persen ke level Rp 17.176, terhadap poundsterling Inggris minus 0,10 persen ke level Rp 20.021, dan terhadap dolar Australia juga melemah 0,10 persen ke level Rp 10.855.

Berita Terkait : PPKM Mikro, Penumpang MRT Menyusut Ribuan Orang

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, Pelemahan rupiah kemarin salah satunya disebabkan oleh sikap pelaku pasar yang menunggu kejelasan pengetatan pembatasan sosial guna meredam penyebaran Corona.

Menurut Ibrahim, kebijakan ini diyakini akan menghambat pemulihan ekonomi yang sempat berjalan. Pasalnya, kebijakan pembatasan kegiatan tempat usaha hingga 17.00 WIB akan berefek negatif dari sisi operasional dan tidak akan tertutup oleh pendapatan.

“Diberlakukannya PPKM Darurat, maka konsumsi masyarakat dan investasi akan kembali stagnan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 yang kemungkinan akan terkontraksi lebih dalam,” jelas Ibrahim dalam risetnya, Kamis (1/7). 

Berita Terkait : PPKM Darurat Mau Diberlakukan, Rupiah Tertekan

Sementara itu, dari luar negeri, investor mencerna penyebaran yang memburuk dari varian delta virus corona. Mereka juga menanti rilis data pekerjaan AS yang penting untuk arah kebijakan moneter Federal Reserve AS. 

Secara bersamaan, Data China yang dirilis sebelumnya menyatakan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) lebih baik dari perkiraan 50,9 untuk Juni, sedangkan PMI non-manufaktur adalah 53,5, lebih rendah dari pembacaan Mei di 55,2.

“Rupiah hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran Rp14.490 - Rp14.550 per dolar AS,” imbuhnya. [DWI]