Dewan Pers

Dark/Light Mode

52 Juta Data Ganda Penerima Bansos Dihapus, Uang Negara Rp 10,5 T Selamat

Rabu, 18 Agustus 2021 17:45 WIB
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) mengintegrasikan data penerima bantuan sosial (bansos) dalam upaya mencegah adanya data ganda.

Setelah diperbaiki, sebanyak 52 juta data ganda penerima bansos dihapus. Dengan penghapusan tersebut, penerima bansos yang awalnya sebanyak 193 juta penerima, kini menjadi 139 juta penerima.

Berita Terkait : Pungut Fee 6 Persen, Aa Umbara Didakwa Atur Penyedia Paket Bansos Bandung Barat

"Kemarin bu menteri (sosial) datang memaparkan kemajuan integrasi data atas rekomendasi KPK," tutur Pahala dalam jumpa pers Capaian Kinerja Bidang Pencegahan dan Stranas Semester I Tahun 2021, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/8).

Menurutnya, penghapusan 52 juta data ganda ini berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 10,5 triliun. Angka itu merupakan potensi penyelamatan uang negara per bulan. Per tahunnya, bisa mencapai Rp 126 triliun. "Kita estimasi sekitar Rp 10,5 triliun itu selamat uang negara," tuturnya.

Berita Terkait : Anies Pastikan, Data Ganda Penerima Bansos Sudah Dibereskan

Pahala pun mengapresiasi Kemensos dalam upaya perbaikan data penerima bansos ini. Diingatkannya, hal yang penting dalam penyaluran bansos yakni penerima tepat sasaran.

"Kita apresiasi Kemensos untuk perbaikan data ini. Ke depan kita akan selalu dampingi ibu kemensos karena awal dari ketidaktepatan pemberian itu data," tandas Pahala. [OKT]