Dark/Light Mode

Kapolri Berikan 6 Pesan Untuk Mahasiswa Baru President University

Selasa, 24 Agustus 2021 20:23 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: ist)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan enam pesan dalam rangka menyambut kehadiran seluruh mahasiswa baru angkatan 2021 President University. Apa isinya?

Pesan pertama, Kapolri mengajak seluruh mahasiswa baru untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. “Jadikan iman dan takwa sebagai landasan dari setiap tindakan, baik saat menuntut ilmu maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Senin (23/8).

Pesan kedua, kata Kapolri, kalau mahasiswa mau menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan kompetensi. “Jadikan motto “tiada hari tanpa belajar” sebagai pemicu semangat dalam memburu cita-cita,” ujar Kapolri.

Pesan ketiga, Kapolri meminta semua mahasiswa untuk senantiasa menjaga disiplin dirinya sendiri. Pesan keempat, Kapolri meminta, mahasiswa baru untuk senantiasa menjaga diri dan lingkungan kampus PresUniv dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka.

“Para mahasiswa harus menjauhkan diri dari berbagai budaya yang dapat merusak moral, termasuk menjauhi narkoba,” tandas Kapolri Listyo Sigit.

Berita Terkait : Bela Negara, Menpora: Mahasiswa Harus Pahami 4 Pilar Kebangsaan

Lalu, pesan kelima, Kapolri mengajak seluruh mahasiswa PresUniv untuk ikut menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Katanya, hilangkan seluruh perbedaan. Jadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman.

Pesan terakhir, Kapolri meminta mahasiswa untuk menghormati para dosen dan mematuhi semua peraturan yang ada di lingkungan kampus. “Jagalah nama baik almamater President University,” tegas Kapolri, sekali lagi.

Kapolri juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berlalu dari negara ini. Bahkan pertengahan Juli 2021, Indonesia mengalami puncak dari gelombang kedua pandemi Covid-19 yang ditandai meningkatnya kasus harian sampai mencapai 56.657 kasus. 

“Bagi mahasiswa yang belum divaksin, segera setelah selesai kuliah langsung mendatangi gerai-gerai vaksin agar bisa divaksin. Ini agar segera tercipta herd immunity atau kekebalan komunal,” katanya.

Pesan yang disampaikan Kapolri adalah satu dari beberapa rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru di PresUniv. Untuk tahun 2021, PresUniv menerima kedatangan 1.944 mahasiswa baru, baik dari dalam maupun luar negeri.

Berita Terkait : President University Kembali Kukuhkan Guru Besar

“Jumlah tersebut meningkat lebih dari 8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Rektor PresUniv, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto.

Meningkatnya jumlah mahasiswa baru tersebut, menurut Jony, juga merupakan cermin dari kualitas pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan perkuliahan PresUniv. Apalagi saat ini PresUniv telah terakreditasi A atau unggul. Katanya, 

“Meski pandemi Covid-19 masih belum berakhir, kami akan tetap memberikan yang terbaik bagi seluruh mahasiswa. Untuk itu PresUniv terus menambah berbagai fasilitasnya, termasuk infrastruktur digital dan laboratoriumnya,” katanya.

Selain sudah memiliki berbagai laboratorium untuk semua program studi (prodi) di seluruh fakultas, PresUniv telah menambah satu laboratorium yang baru, yakni Fabrication Laboratorium (FabLab). “Fablab ini bertujuan untuk melatih seluruh mahasiswa dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam era Industry 4.0,” papar Jony.

Selain itu, lanjut dia, FabLab juga bertujuan membantu perusahaan-perusahaan yang membutuhkan solusi yang berbasis Industry 4.0.

Berita Terkait : Mewah Meriah, Pesta Pernikahan Putra Presiden Nigeria Dengan Putri Emir Bichi

Dari sisi dosen, ungkap Jony, selain didukung oleh tenaga pengajar dari kalangan praktisi, PresUniv juga terus menambah jumlah guru besarnya. Misalnya, PresUniv baru saja mengukuhkan Prof. Dr. Chairy sebagai guru besar bidang manajemen.

Jony menambahkan, sejak tahun 2020, mahasiswa baru PresUniv akan dididik dengan kurikulum yang baru. Kurikulum tersebut dirancang berdasarkan masukan dari seluruh stakeholders dan menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dalam meniti pilihan kariernya di masa depan, yakni menjadi entrepreneur, eksekutif profesional atau akademisi/peneliti.

Dengan lokasi kampus PresUniv yang berada di tengah-tengah kawasan industri Jababeka, kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, ungkap Jony, itu membantu mahasiswa dalam menyiapkan dirinya menyongsong masa depan. 

Di kawasan industri Jababeka ada lebih dari 1.750 perusahaan nasional maupun multinasional. Dan, PresUniv telah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

"Jadi, bagi mahasiswa yang ingin menjadi eksekutif profesional bisa magang di sana, atau bagi yang ingin menjadi entrepreneur bisa memperoleh pendampingan dari para pengusahanya,” papar Jony. [DIT]