Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hasil Survei Bukan Rujukan Utama

Golkar Pilih Kerja Nyata

Minggu, 8 Agustus 2021 07:15 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Firman Soebagyo. (Foto: Dok. DPR)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Firman Soebagyo. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Elektabilitas Partai Golkar di berbagai survei nasional mengalami penurunan tajam. Terakhir, di survei Indostrategic elektabilitas partai berlambang pohon beringinini terjun bebas 6,9 persen, dan harus puas berada di rangking kelima.

Kendati begitu, Partai Golkar terkesan cuek dengan hasil berbagai lembaga survei mengenai elektabilitas partai politik jelang Pemilu ini. “Kita tidak ambil pusing. Kita tetap kerja nyata ke masyarakat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Firman Soebagyo ketika dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Anggota Komisi IV DPR ini menjelaskan, lembaga survei saat ini sudah menjadi bagian strategi partai politik mem­bentuk citra di masyarakat. Karena itu, tidak perlu heran jika hasil dari berbagai lembaga survei itu terbeda-beda. “Kita sangat paham. Yang melakukan survei itu siapa? Untuk kepentingan siapa?” ujarnya, mempertanyakan.

Berita Terkait : Partai Golkar Kerja Dalam Senyap, Bukan Pencitraan

Firman menyebut, lembaga survei kadang menjadi konsultan pemenangan dengan membentuk citra di masyarakat.

Tidak heran jika lembaga survei menjatuhkan partai politik yang lainnya. Seperti yang dialami Partai Golkar yang diprediksi hancur, tapi buktinya malah terus berkibar dan menduduki rangking kedua.

“Jadi, survei sekarang ini itu belum menjadi ukuran, karena tergantung pesanan siapa? Tapi tetap kita perhatikan,” ujarnya.

Berita Terkait : MyMeal Catering Perpanjang Program Jelajah Kuliner Nusantara

Legislator asal Pati, Jawa Tengah itu menyadari, saat ini, masing-masing partai politik mempunyai lembaga survei sendiri sebagai strategi politik yang dalam posisi ini membuat image bagi para votter.

Seperti diketahui, hasil survei Indostrategic teranyar dengan tema Mengukur Elektabilitas Capres Potensial, Partai Politik, dan Aspirasi Perubahan Sistem Pemilu 2024 menyebutkan, PDI Perjuangan masih berada di peringkat pertama dengan eletabilitas 18,5 persen. Disusul seterusnya Gerindra 11,5 persen, Demokrat 8,9 persen, PKS 8,5 persen, Golkar 6,9 persen, PKB 5,5 persen, NasDem 3,1 persen, PAN 1,5 persen, PPP 1,5 persen.

Survei yang dilakukan sejak 23 Maret-1 Juni 2021 tersebut dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling terhadap 2.400 responden dari 34 provinsi. Margin of error survei ini sebesar 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [REN]