Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Korupsi Proyek Toilet Sekolah

Si Bupati Keburu Wafat, KPK Target Kepala Dinas

Rabu, 25 Agustus 2021 06:50 WIB
Deputi Penindakan KPK Karyoto. (Foto: Antara)
Deputi Penindakan KPK Karyoto. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek pembangunan toilet sekolah di Kabupaten Bekasi. Lembaga antirasuah menelusuri keterlibatan Bupati Eka Supria Atmaja dalam proyek ini.

Belum sempat menjalani pemeriksaan, Eka keburu meninggal terinfeksi Covid-19. “Anak buahnya sudah diperiksa-periksa semua, kita belum sampai ke sana (Bupati),” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Inspektur Jenderal Polisi Karyoto.

Karyoto mengungkapkan, penyelidikan perkara dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Dalam laporan yang diterima KPK, Eka diduga terlibat.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Telusuri Aset Tersangka Rudi Hartono

Dugaan ini muncul karena Eka menyetujui anggaran proyek pembangunan toilet yang mencapai Rp 98 miliar. Anggaran ini dianggap terlalu besar. Belakang diketahui, proyek ini hanya dikerjakan satu kontraktor: CV Cikal Kelapa Mandiri. “Memang awal mula informasi yang kita dapat ada keterlibatan (Eka) juga,” beber Karyoto.

Lantaran orang yang diincar sudah wafat, KPK kesulitan mencari unsur penyelenggara negara yang harus bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.

Namun pengusutan tetap diteruskan. Sasarannya Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Kita sudah buang uang cukup banyak, karena untuk memeriksa puluhan saksi bahkan hampir seratus itu perlu biaya,” kata Karyoto.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Pemeriksaan Pajak, KPK Tahan Pejabat Ditjen Pajak

Dengan diteruskan perkara ini, diharapkan kerugian negara akibat proyek toilet bisa dikembalikan.

Sebelumnya diberitakan, KPK menerima laporan masyarakat mengenai dugaan korupsi proyek pembangunan ratusan toilet untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri menyatakan laporan sudah ditindaklanjuti dengan melakukan verifikasi. “Materi laporan tidak bisa kami sampaikan,” kata Ali pada Senin (11/1/2021).

Berita Terkait : Eks Pejabat Ditjen Pajak Digarap KPK, Bakal Langsung Ditahan

Penelaahan dilakukan untuk memastikan adanya indikasi korupsi dalam laporan ini. Jika ada, KPK akan melanjutkan dengan melakukan penyelidikan.
 Selanjutnya