Dark/Light Mode

Dipamerin KPK, Bupati Puput Terus Tundukkan Kepala

Selasa, 31 Agustus 2021 04:43 WIB
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin. (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin. (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dipamerkan KPK Selasa (31/8) dini hari tadi, langkah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari tampak gontai. Mungkin, karena kurang tidur. Atau, justru tak bisa tidur karena tersangkut kasus korupsi seleksi jabatan Penjabat Kades di wilayahnya.

Diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumahnya, Jalan Ahmad Yani, Probolinggo, Senin (30/8) pukul 04.00 WIB, bupati petahana ini langsung menjalani pemeriksaan maraton.

Dimulai dari Polda Jawa Timur, lalu diboyong ke markas KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Tiba di gedung komisi pimpinan Firli Bahuri cs pukul 17.05 WIB, Puput, yang ditangkap bersama suaminya, Hasan Aminuddin, kembali digarap.

Puput baru "dikeluarkan" Selasa (31/8) dini hari tadi, saat Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menggelar konferensi pers pengumuman penetapan tersangka, di lantai 3 Gedung Penunjang KPK.

Berita Terkait : Tetapkan 22 Tersangka, Tapi Cuma 5 Yang Ditahan, KPK: Yang Lain Masih Di Rumah...

Dia tak sendiri. Ada empat orang lainnya. Keempatnya yakni suaminya, serta Camat Krejengan Doddy Kurniawan, Penjabat Kades Karangren Sumarto, dan Camat Paiton Muhammad Ridwan.

Jaket merah yang dipakainya saat tiba di KPK, berganti rompi tahanan oranye komisi antirasuah, membalut baju putih lengan panjangnya. Kedua tangannya diborgol.

Berjalan tanpa semangat mengekor suaminya, Puput terus menundukkan kepalanya. Tatapannya tampak kosong, pikirannya mengawang-ngawang.

Berbanding 360 derajat, suaminya justru tampak lebih pede, yang berjalan santai, seolah memimpin "rombongan" para tersangka.

Berita Terkait : Bupati Puput Dan Suaminya Patok Tarif Rp 20 Juta Buat ASN Calon Penjabat Kepala Desa

Puput kemudian dipajang di belakang Alexander Marwata cs. Wajahnya menghadap ke tembok selama konferensi pers berlangsung.

Usai status tersangka kelimanya diumumkan KPK, Puput yang beranjak pergi, tampak ragu melangkahkan kakinya. Kelihatan gelisah. Gesturnya menunjukkan rasa tak nyaman. Maklum, wartawan sudah menghadangnya di depan.

Sudah kadung melangkah, Puput berjalan cepat menerobos kerumunan wartawan, mendahului Hasan. Sampai-sampai, suaminya itu tersandung kabel kamera wartawan TV. "Aduh," seru anggota DPR dari Fraksi NasDem itu. Puput cuek, sama sekali tak menoleh.

"Ada yang mau disampaikan, bu?" tanya wartawan. Puput bungkam, sambil terus menundukkan kepala. Tiga kali pertanyaan itu dilontarkan, dia akhirnya memberikan isyarat. Kepalanya geleng-geleng. Langkahnya kemudian dipercepat, menuruni tangga Gedung Penunjang.

Berita Terkait : OTT Probolinggo, KPK Tersangkakan 22 Orang!

Setelah pemeriksaan, Puput akan langsung dijebloskan ke Rutan KPK Gedung Merah Putih. Tapi, sebelumnya, dia masih harus menjalani pemeriksaan. "Masih diperiksa lagi di lantai 2," ujar Ali Fikri, saat ngobrol iseng dengan wartawan.

Hingga pukul 04.30, Puput belum keluar. Entah tidur, entah makan, entah ibadah, atau mungkin menangis, meratapi nasib…. [OKT]