Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berkaca Dari Tragedi Lapas Tangerang
Pejabat Kita Pegang Prinsip: “Mundur Bukan Budaya Kita”
Minggu, 12 September 2021 07:35 WIB
Sebelumnya
“Ini soal kemanusiaan dan telah menjadi berita internasional. Menyedihkan. Kalau Menkumham punya harga diri dan martabat, sebaiknya mundur untuk memberi keteladanan, atau Presiden turun tangan untuk mengganti,” ujarnya.
Namun, sampai kemarin, belum ada yang berani bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Yasonna juga mengatakan, fokus menangani korban kebakaran. Dia juga meminta semua pihak tidak berspekulasi sampai keluar hasil penyelidikan Polri.
Baca juga : Politisi PKB Minta Manajemen Keamanan Diperbaiki
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan, Yasonna seharusnya mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab.
Sebagai menteri, Yasonna harus bertanggung jawab penuh atas insiden itu. Dan bukan hanya menyalahkan kondisi over kapasitas pada lapas.
Baca juga : Pasca Kebakaran Lapas Tangerang, 64 Napi Diungsikan ke Masjid
Namun, Boyamin melihat Yasonna tak akan melakukan hal itu. “Karena pejabat kita menganggap bahwa mundur itu bukan budaya kita. Ini berbeda dengan Jepang,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Hal senada dikatakan Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Kata dia, pejabat kita tak mau mundur kalau tidak diberhentikan. Beda dengan menteri di luar negeri, seperti di Jepang. Mereka punya rasa malu besar kalau gagal dalam tugas.
Baca juga : 41 Tewas Dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Bamsoet Ikut Berduka
“Di kita tak ada budaya mundur. Itu bukan budaya kita. Makanya enggak maju-maju kita,” kata Ujang.
Kalau melihat yang sudah-sudah, kata dia, kebanyakan menteri yang mundur itu karena tersandung kasus korupsi. Contoh terbaru adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. “Pejabat kita tak punya budaya malu. Sudah ditangkap KPK pun, masih menganggap dirinya tak bersalah,” pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya