Dark/Light Mode

Cegah Varian Baru, Pintu Masuk Udara, Laut Dan Darat Diperketat

Senin, 13 September 2021 22:36 WIB
Menkes, Budi G. Sadikin memberikan Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM secara virtual, Senin (13/9). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Kemenko Marves)
Menkes, Budi G. Sadikin memberikan Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM secara virtual, Senin (13/9). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Kemenko Marves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melakukan pengetatan di seluruh pintu masuk negara guna mencegah masuknya varian baru SARS-CoV-2. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, Senin (13/9) malam.

“Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina di sana, baik itu masuknya melalui udara, laut, maupun darat,” ujarnya. 

Selain itu, Pemerintah juga mengawasi secara ketat perkembangan varian baru virus Corona dari seluruh dunia. Menkes mengungkapkan terdapat tiga varian yang masuk dalam pengamatan pemerintah, yaitu varian Lambda (C.37) yang sudah tersebar di 42 negara, varian Mu (B.1.621) tersebar di 49 negara, dan varian C.1.2 yang sudah menyebar ke 9 negara. 

Berita Terkait : Pemerintah Siapkan 3 Jurus

“Ketiga varian ini memang sedang dalam penelitian, bagaimana perilakunya, laju penularannya, dan apakah mereka bisa menghindar dari antibodi yang terbentuk secara natural maupun vaksinasi. Dan sampai sekarang memang belum ada hasil riset yang pasti,” kata Menkes. 

Lebih lanjut Menkes menegaskan, bahwa ketiga varian yang diamati tersebut belum terdeteksi di Tanah Air. 

Untuk mendeteksi keberadaan varian baru SARS-CoV-2, Pemerintah juga terus meningkatkan upaya pengetesan Whole Genome Sequensing (WGS). 

“Kita juga memperkuat jaringan lab Whole Genome Sequencing (WGS) agar kita bisa dengan cepat melakukan identifikasi dari varian baru ini,” ujar Budi. 

Berita Terkait : DKI Ranking 3 Kasus Baru, Bali Masuk 2 Besar Kematian Harian

Menkes memaparkan, saat ini sudah terdapat 21 jaringan laboratorium di Indonesia yang dapat melakukan pengetesan dengan memadai. 

Melalui jaringan lab tersebut, setiap bulannya telah dilakukan 1.866 genome sequencing, sehingga total yang sudah dilakukan sejak Januari hingga Agustus mencapai 6.161 genome sequencing. 

“Tahun lalu, satu tahun kita hanya lakukan 340 genome sequencing. Sekarang, sampai bulan Agustus sudah 6.161 genome sequencing,” ungkapnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, bahwa pelaku perjalanan internasional dari luar negeri harus memenuhi syarat. Di mana telah menerima vaksinasi dosis lengkap, melakukan tes PCR sebanyak tiga kali (H-3 sebelum keberangkatan, saat kedatangan, dan hari ketujuh di masa karantina), serta melakukan karantina selama delapan hari. 

Berita Terkait : Berantas Korupsi Di Mataram, KPK Gandeng Tokoh Agama Dan Masyarakat Adat

Selain itu juga dilakukan pembatasan pintu masuk untuk kemudahan pengawasan. “Jadi masuk dari udara hanya melalui Cengkareng dan melalui Manado. Sedang Bali, kita pertimbangkan untuk bisa jalan, kita akan lihat 1–2 minggu ke depan,” tegas Luhut. [MFA]