Dark/Light Mode

Kasus Covid-19 Turun

Dua Jempol Diacungkan Rakyat Buat Pemerintah

Kamis, 16 September 2021 06:10 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Marji - medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Marji - medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Laju penambahan kasus Covid-19 nasional menurun selama 8 minggu berturut-turut. Semua bisa tercapai berkat kerja keras pemerintah yang gercep alias gerak cepat, dan masyarakat yang patuh.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, kasus positif Covid-19 bisa ditekan karena pemerintah gercep menyusun kebijakan. Di saat bersamaan, masyarakat juga kooperatif menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Capaian dalam menekan kasus pada lonjakan kedua ini buah dari pembelajaran yang terus menerus,” ujar Wiku di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Berita Terkait : Nonton Di Bioskop Masih Ngeri-ngeri Sedap

Menurut Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) ini, ada tiga hal pembelajaran dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Yaitu, adaptif, komprehensif dan pendekatan dua arah; top down dan bottom up.

Adaptif, yakni siap melakukan pembaharu­an jika diperlukan sesuai data riil di lapangan. Komprehensif atau menyeluruh, artinya selu­ruh elemen masyarakat punya peran penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Misalnya, pembentukan Satgas di desa/ke­lurahan dan di setiap fasilitas publik.

Sedangkan pendekatan dua arah; top down dan bottom up, mencoba menghubungkan se­cara berjenjang komando pengendalian terke­cil di daerah sampai ke tingkat nasional.

Berita Terkait : Apa Pun Level PPKM, Prokes Jangan Kendor

“Dengan penuh keyakinan dan optimisme, Indonesia terus menerus menyempurnakan pelaksanaan berbagai kebijakan pengendalian Covid-19 nasional yang ada,” jelas Wiku.

Wiku juga memaparkan langkah-langkah yang diambil hingga Indonesia berhasil menekan kasus pada lonjakan kedua kasus positif Covid. Pertama, saat kasus mening­kat, pemerintah langsung menetapkan kebi­jakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diambil sejak 26 Juli hingga saat ini.

Pemerintah juga mengatur perjalanan dalam negeri dan luar negeri. Kebijakan tersebut terus dievaluasi setiap minggunya melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daer­ah. Dan disesuaikan dengan perkembangan kasus yang dinamis terjadi di masyarakat.

Berita Terkait : Tuntasin Vaksinasi Dosis 2 Dulu

“Respons cepat dalam peningkatan kesia­pan fasilitas kesehatan juga menjadi modal utama dalam menghadapi lonjakan kasus,” ujarnya.

Wiku mengungkapkan, jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan juga terus ditambah, dan saat ini mencapai 116.939 tempat tidur. Begitu pun dengan alat kesehatan pendukung seperti oksigen dan ventilator juga terus dipenuhi.

Dia menambahkan, tempat isolasi terpusat (isoter) juga difungsikan untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan. Terdapat lebih dari 20 ribu tempat tidur di tempat isoter di seluruh Indonesia. “Testing dan tracing juga menjadi fokus utama,” ujarnya.
 Selanjutnya