Dark/Light Mode

Heboh Video Santri Tutup Kuping Dengerin Musik Saat Vaksin Covid

Yenny: Jangan Mudah Bilang Radikal-radikul

Kamis, 16 September 2021 08:58 WIB
Yenny Wahid (Foto: Instagram/yennywahid)
Yenny Wahid (Foto: Instagram/yennywahid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Video puluhan santri menutup telinga saat mendengar musik di lokasi vaksinasi Covid-19, viral di media sosial. Ada yang memuji, Ada juga yang dengan lantang menuding para santri itu radikal. Kepada yang menuding radikal, Yenny Wahid, langsung angkat bicara. Putri Gus Dur itu meminta: jangan mudah nuduh radikal-radikul.
 
Video santri tersebut sudah merayap di linimasa Twitter, sejak akhir pekan lalu. Belum diketahui, di mana lokasi video itu diambil. Yang jelas, dalam video berdurasi 22 detik itu, para santri sedang duduk di kursi, menunggu giliran divaksin di sebuah gedung. Seperti umumnya tempat vaksin, panitia mendendangkan alunan musik sebagai hiburan, agar peserta tak bosan. Namun, bukannya menikmati alunan musik yang disediakan itu, para santri yang berseragam hitam putih dan berpeci ini, memilih menundukkan kepala sambil menutup kupingnya. Dalam video itu, perekam mengatakan, santrinya menutup kuping agar tidak mendengar suara musik. 
 
Tak butuh waktu lama, video tersebut menyebar dan menuai polemik. Akun @david_wijaya03 misalnya, mengunggah ulang video tersebut di akunnya, sambil menuduh macam-macam. "Ada yang tahu ini dari santri mana? Lebay banget sampai menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini nggak beda jauh dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda & Wahabi Takfiri," kicaunya. 
 
Polemik ini makin meluas setelah politisi yang juga Stafsus Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono, mengunggah video tersebut di akun Instagram @diaz.hendropriyono. Bukan cuma video itu yang diunggah. Mantan Ketua Umum PKPI ini menambahkan video orang Arab yang sedang menari. Di akhir video ada perempuan sedang menari perut dan beberapa pria ikut berjoget.
 
"Kasian, dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There's nothing wrong to have a bit of fun!! (Tak ada salahnya untuk sedikit bersenang-senang)," tulis Diaz, pada keterangan unggahan videonya.
 
Sontak saja, unggahan putra AM Hendropriyono ini, memanaskan media sosial. Akun Diaz diserbu warganet. Sampai tadi malam, unggahannya sudah dikomentari 27 ribu kali. Sebagian besar mengkritik Diaz.
 
Sehari kemudian, Diaz kemudian mengunggah video yang menampilkan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya sedang bermain piano. 
 
Melihat santri penghafal Al-Qur’an itu dituduh macam-macam, Yenny Wahid gerah. Pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh itu, kemudian mengunggah video tersebut di akun Instagramnya, @yennywahid, sambil menuliskan catatan panjang lebar. Ia menyayangkan banyak yang mengkritik para santri dan tak sedikit menuduh mereka radikal.
 
Ada dua catatan yang ditulis Yenny. Pertama, ia senang, guru santri itu sudah mengajak para murid ikut vaksin. Kedua, menghafal Al-Qur'an bukan pekerjaan mudah. Ia menuturkan, seorang sahabatnya yang bernama Gus Fatir bahkan belajar menghafal Al-Qur’an sejak umur 5 tahun. Dan memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Al-Qur’an. 
 Selanjutnya