Dewan Pers

Dark/Light Mode

Susaningtyas Kertopati Bertabayyun Ke MUI

Kamis, 16 September 2021 20:08 WIB
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati diterima Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI KH Cholil Nafis saat bertabayyun mengenai Islam, Bahasa Arab, dan terorisme. (Foto: Tangkapan layar Instagram/cholilnafis)
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati diterima Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI KH Cholil Nafis saat bertabayyun mengenai Islam, Bahasa Arab, dan terorisme. (Foto: Tangkapan layar Instagram/cholilnafis)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi terkait pemberitaan yang simpang siur mengenai Islam, Bahasa Arab, dan terorisme. 

Kedatangan mantan Anggota Komisi I DPR ini diterima langsung Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI KH Amirsyah Tambunan, dan Ketua Bidang Pembinaan Seni Budaya Islam MUI KH Sodikun.  

“Saya sebagai umat Islam datang untuk bertabayyun ke MUI, untuk sowan kepada Kiai Buya Amirsyah Tambunan dan Bapak Kiai Cholil,” ujar Nuning, dalam video yang diunggah KH Cholil Nafis di akun Instagram pribadinya, @cholilnafis, Kamis (16/9). 

Berita Terkait : Bisnis Unggas Dikuasai Korporasi Besar, Peternak Rakyat Terjepit

Dalam pertemuan tersebut, Nuning menegaskan, dirinya tidak pernah membenci Islam dan mengatakan jika Bahasa Arab sebagai bahasa para teroris. ”Saya tidak pernah mengatakan Bahasa Arab itu adalah bahasanya teroris. Insya Allah saya sebagai umat Muslim, sebagai umat Islam yang juga taat melakukan ibadah, saya tidak pernah ada niat sedikitpun membenci Bahasa Arab maupun Islam itu sendiri,” tegas peraih gelar doktor bidang intelijen itu.

Nuning memastikan, dirinya sangat menjunjung tinggi agama Islam sebagai keyakinan yang dianutnya. “Bagaimana mungkin, saya sebagai umat Islam membenci agama saya. Saya masih waras di mana saya sangat menjunjung tinggi agama saya. Dan saya juga melakukan ibadah sebaik-baiknya,” tambahnya.

KH Cholil Nafis mengapresiasi sikap Nuning yang melakukan tabayyun ke MUI. Kiai Cholil menegaskan, jika Nuning tidak pernah membenci Islam dan mengaitkan Bahasa Arab dengan terorisme. 

Berita Terkait : Kemnaker Perkuat Sinergitas Ketenagakerjaan Dengan SPB

”Bu Nuning bertabayyun ke MUI. Bagi kita semua, selesai. Ibu Nuning tidak pernah membenci Islam, tidak pernah mengaitkan Bahasa Arab dengan terorisme, percayakan itu. Insya Allah kita semua menjadikan sarana tabayyun untuk kebaikan kita bersama,” katanya. 

Dia lalu menerangkan, MUI telah mengeluarkan fatwa fiqih medsosiah, yaitu tentang media sosial untuk dijadikan sarana menyebarkan kebaikan. ”Hal yang menjadi keraguan jangan langsung di-share, disaring dulu,” imbaunya.

Sekjen MUI KH Amirsyah Tambunan menyampaikan ucapan terima kasih ke Nuning yang sudah bertabayyun ke MUI. “Terima kasih, mudah-mudahan tabayyun ini menjadi pelajaran berharga buat kita, Bu Nuning, Kiai Cholil, Kiai Sodikun. Mudah-mudahan masyarakat Indonesia terbebas dari berita fitnah, adu domba dan bohong,” ucapnya. 

Berita Terkait : Rakyat Maunya Tetap Gratis

Kiai Buya juga mengajak para pegiat media sosial dan YouTuber untuk mentradisikan sikap tabayyun. “Ini perbuatan yang sangat mulia dan mendatangkan kemaslahatan kalau betul-betul kita biasakan melakukan tabayyun, klarifikasi. Sebaliknya, adalah perbuatan keji dan sangat tidak disukai oleh Allah ketika orang menerima berita ditelan mentah-mentah,” ujarnya. [USU]