Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pusat Pasar Kerja, Ikon Baru Kemnaker

Rabu, 7 Juli 2021 16:15 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pusat pasar kerja bakal dijadikan ikon bagi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Bahkan, ekspektasi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Anwar Sanusi lebih tinggi lagi. Ia ingin Kemnaker dikenal masyarakat karena menjadi pusat pasar kerja.

Harapan itu dia kemukakan saat diskusi virtual Pengembangan Pasar Kerja Nasional, Selasa (7/7). Teknis pusat pasar kerja sendiri, yakni memadukan kebutuhan dunia kerja dengan ketersediaan sumber daya manusianya. Gampangnya, Kemnaker akan menjembatani lowongan kerja di perusahan dengan pencari kerja.

Berita Terkait : Italia Ke Final, Donnarumma Gemilang

"Kami sudah menempatkan pusat pasar kerja. Ini menjadi ikon baru dari Kementerian Ketenagakerjaan. Artinya nanti kita ingin yang namanya Kemnaker itu dikenal salah satunya karena pusat pasar kerjanya," jelas Anwar.

Untuk mewujudkan cita-cita mulia itu, Kemnaker terus menguatkan sistem dan segala hal yang dibutuhkan. Dengan begitu, pusat pasar kerja bisa dijadikan andalan Kemnaker. Belum lagi karena pelaksanaannya berada langsung di bawah Menteri Ketenagakerjaan yang dikoordinasikan oleh Sekjen.

Berita Terkait : Tak Hanya Kekurangan Oksigen, Pemkot Bogor Juga Minim Nakes

Karena dalam pelaksanaannya terdapat andil lintas unit. Sehingga tidak bisa dilakukan hanya oleh satu unit untuk memberikan pelayanan terbaik.

Kata Anwar, pusat pasar kerja memiliki empat fungsi. Pertama, memadukan antara permintaan dan yang menyediakan. Kedua, terdapat fungsi bimbingan karier dan keterampilan. Ketiga, dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi dan menciptakan kondisi ketenagakerjaan yang baik. Keempat, analisis dan informasi pasar kerja.

Berita Terkait : Mau Vaksinasi Di Bandara, Ini Syaratnya

Pentingnya pasar kerja terutama yang berhaluan digital juga ditegaskan oleh Anwar dengan implementasi program Jaminan Kehilangan Pekerja (JKP). Dengan para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) penerima JKP tidak hanya akan menerima bantuan tunai, tapi juga akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja.

Kemnaker sendiri telah memiliki Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker), sebagai ekosistem layanan ketenagakerjaan untuk mengintegrasikan seluruh sistem ketenagakerjaan. [MEN]