Dark/Light Mode

Naik 155, DKI Nangkring Di Peringkat 4 Penyumbang Kasus Harian Terbanyak

Minggu, 19 September 2021 22:29 WIB
Bioskop di wilayah PPKM Level 3 dan 2, termasuk di DKI Jakarta dengan prokes ketat, kapasitas 50 persen, penggunaan aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Bioskop di wilayah PPKM Level 3 dan 2, termasuk di DKI Jakarta dengan prokes ketat, kapasitas 50 persen, penggunaan aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kenaikan kasus baru di DKI Jakarta pada hari ini, Minggu (19/9), dilaporkan bertambah 155. Sehingga, totalnya kini tembus 856.161.

Kasus harian sebanyak 155 itu, menempatkan DKI di peringkat 4 provinsi penyumbang kenaikan kasus baru terbanyak.

Positivity Rate

Jumlah kasus baru tersebut, diperoleh dari hasil uji terhadap 17.459 orang yang dites PCR. Mencakup 50 persen dari angka nasional, yang mencapai 34.777.

Berita Terkait : BUMN Dorong Lahan Bekas Tambang Jadi Pertanian Rakyat

Dalam sepekan, DKI telah melakukan tes PCR terhadap 116.653 orang. Nyaris 11 kali lipat dari jumlah tes mingguan yang disarankan WHO untuk DKI, yang hanya 10.645.

Per sejuta penduduk, DKI telah melakukan tes PCR terhadap 573.664 orang.

Sehingga, positivity rate DKI dalam sepekan terakhir ada di angka 1,2 persen. Sedangkan positivity rate total, mencapai 14 persen.

Kesembuhan Tinggi

Berita Terkait : Kasus Positif Naik 200, Jakarta Ranking 5 Penyumbang Kasus Harian Terbanyak

Per Minggu (19/9), provinsi yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan mencatat 2.879 kasus aktif. Mencakup 0,3 persen dari total kasus terkonfirmasi. Atau turun 29 angka dibanding Sabtu (18/9).

Kasus sembuh naik 180 menjadi 839.803, dengan tingkat kesembuhan 98,1 persen. Di atas tingkat kesembuhan nasional, yang ada di angka 95,2 persen.

Kematian Rendah

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19, meningkat 4 angka menjadi 13.479, dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Berita Terkait : Wakil Jaksa Agung Pede, Digitalisasi Pelayanan Kejaksaan Semakin Terasa

Jauh di bawah tingkat kematian nasional, yang kini bertengger di angka 3,4 persen. [HES]