Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Seorang Ustad Di Tangerang Meninggal Ditembak Di Punggung
Umat Diminta Tak Berpikir Aneh-aneh
Senin, 20 September 2021 07:25 WIB
Sebelumnya
“Sampe motifnya ketemu. Sehingga tidak ada prasangka yang macem-macem. Sekaligus mengklarifikasi prasangka macem-macem. Kita berharap, agar kepolisian menunjukkan ke publik apa motif penembakannya,” kata KH Marsudi lewat sambungan telepon, tadi malam.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti prihatin atas penembakan Ustad Alex. Menurutnya, kasus ini jelas tindakan kriminal. Ia berharap, Polisi dapat mengusut tuntas motif dan pelaku penembakan tersebut secepatnya.
Jika tidak, ia khawatir, kasus ini dapat memicu masalah yang lebih besar di masyarakat. Karena salah seorang pelakunya menggunakan jaket ojol.
Baca juga : Luhut: Ini Early Warning Buat Kita...
Dia meminta, masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Polisi. “Sebaiknya semua pihak tidak berspekulasi dan mengaitkan penembakan dengan isu lain yang tidak terkait dengan masalah penembakan,” ujarnya, tadi malam.
Sebelumnya, ada banyak spekulasi berkembang di masyarakat setelah kejadian penembakan ini. Sebab, tindakan kekerasan terhadap pemuka agama sudah berulang kali terjadi.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menyayangkan kekerasan terhadap ustad terjadi lagi. Menurut dia, umat Islam tidak terprovokasi terkait kasus penembakan yang menewaskan Ustad Alex.
Baca juga : Politisi PKB Minta Manajemen Keamanan Diperbaiki
Padahal, kata dia, belum lama ini juga terjadi kasus dugaan penistaan agama di kawasan Tangerang pula, yang mana kasus itu berupa penistaan simbol agama.
“Penting umat waspada, tapi jangan terprovokasi. Polisi hendaknya segera usut tuntas kasus-kasus ini,” ujarnya, di akun Twitter pribadinya @hnurwahid, kemarin.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mendoakan dan menyampaikan duka cita atas penembakan terhadap Ustad Alex. “Teror ini mengingatkan kita seperti aksi-aksi sepihak PKI jelang G30S/PKI 1965,” ujar Fadli, di akun Twitternya @fadlizon, kemarin. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya