Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terjerat Perkara Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Alex Noerdin Kembali Sandang Status Tersangka

Rabu, 22 September 2021 20:47 WIB
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. (Foto: Ist)
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian dana hibah dari dana APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015 dan tahun 2017 kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dalam pembangunan Masjid Sriwijaya. 

Kejati Sumsel menduga, perkara ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 130 miliar. Selain Alex Noerdin, Kejati Sumsel juga menetapkan mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang Muddai Maddang dan Laonma Pasindak Lumban Tobing, yang merupakan mantan Kepala BPKAD Sumsel.

"Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan tersangka terhadap tiga orang terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Dana Hibah Dari Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 Dan Tahun 2017 Kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang Dalam Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu (22/9).

Berita Terkait : Hanya Jadi Saksi, Elektablitas Anies Tak Akan Rontok

Dia menjelaskan, Pemprov Sumsel telah menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang untuk pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang pada 2015.

Dana hibah dari APBD tahun 2015 sebesar Rp 50 miliar. Kemudian pada 2017, dengan menggunakan dana APBD tahun 2017 sebesar Rp 80 miliar.

Leonard mengutarakan, penganggaran dana hibah tersebut tidak sesuai dengan prosedur, sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan.

Berita Terkait : Usut Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, KPK Garap Dirut PT Arsigraphi

Di antaranya, tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima dana hibah. Melainkan, hanya berdasarkan Perintah Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel.

"Bahwa Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang, melainkan beralamatkan di Jakarta," papar Leonard.

Menurutnya, lahan pembangunan masjid tersebut semula dinyatakan sepenuhnya aset Pemprov. Namun ternyata, sebagian adalah milik masyarakat. Ujungnya, pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang tersebut tidak selesai.

Berita Terkait : Jadi Tersangka Korupsi, Berapa Harta Kekayaan Alex Noerdin?

"Bahwa akibat dari penyimpangan tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 130 miliar," ungkapnya.

Penetapan tersangka terhadap Alex merupakan perkara kedua yang menjeratnya. Sebelumnya, dia terjerat perkara dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019 "Saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," tandas Leonard.
 Selanjutnya