Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah kasus ustad ditembak, diserang dan dibacok, kemarin muncul teror lain berupa pembakaran mimbar masjid. Mantan Wapres Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) marah betul. Dia bilang, kasus ini sudah keterlaluan. Dia juga bicara kriminalisasi ulama marak lagi. Nah, lho...
Pembakaran mimbar masjid itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. Tepatnya, di Masjid Raya Makassar di Jalan Masjid Raya, Bontoala.
Peristiwa pembakaran mimbar masjid dilakukan oleh pelaku pada jam 01.17 Wita. Awalnya, pada jam 01.10 Wita, ada seorang pria masuk masjid dan selanjutnya naik ke mimbar untuk menutupi kamera CCTV dengan sajadah. Belakangan diketahui pelakunya bernama Kabbah.
Baca juga : JK Kecam Keras Aksi Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar
Sebelum membakar mimbar, dia terlebih dahulu membakar sajadah dengan menyiramkan minyak tanah yang dibawanya dari rumah. Begitu api membesar, pelaku melempar sajadah itu ke mimbar.
Selain mimbar, sejumlah Al Quran yang tersimpan di mimbar, juga turut terbakar. Aksi bejad Si Kabbah ketahuan warga yang bernama Laode. Si Kabbah langsung kabur meloncat pagar.
Sementara Laode langsung melaporkan kebakaran itu kepada pihak keamanan dan pengurus masjid. Warga yang berdatangan langsung bergotong royong memadamkan api.
Baca juga : Aneh, Kok Bisa Hattrick Gini Ya..?
Selang beberapa jam, kepolisian bersama Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen (Purn) Syafruddin dan dai kondang, Ustad Das’ad Latif datang melihat kondisi Masjid Raya Makassar. Sementara polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tak butuh waktu lama, Si Kabbah langsung tertangkap warga. Dia ditangkap di sekitar rumahnya, Jalan Tinumbu Lorong 142 Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, tidak jauh dari TKP, tanpa perlawanan.
Peristiwa penangkapan itu sempat terekam oleh handphone salah satu warga. Dalam video amatir yang beredar di media sosial, pelaku diikat warga di tiang telepon dengan tali tambang agar tidak melarikan diri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya