Dark/Light Mode

Penjualan Ritel AS Membaik, Dolar Makin Perkasa

Jumat, 17 September 2021 09:47 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang akhir pekan, rupiah kembali loyo. Rupiah dibuka pada level Rp 14.268 per dolar AS atau melemah 0,10 persen dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.253 per dolar AS. 

Mayoritas mata uang Asia juga mengalami hal yang sama seperti rupiah. Won Korea Selatan minus 0,70 persen, baht Thailand turun 0,29 persen, dolar Singapura minus 0,14 persen, peso Filipina turun 0,12 persen, yuan China turun 0,07 persen, dan dolar Taiwan minus 0,05 persen.

Berita Terkait : Inflasi AS Rendah, Rupiah Rontok Lagi

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,5 persen di level 92,866. Nilai tukar rupiah terhadap euro mengalami kenaikan 0,02 persen ke level Rp 16.718, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,01 persen ke level Rp 19.600, dan terhadap dolar Australia menurun 0,01 persen ke level Rp 10.363.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, dolar AS menguat semalam pasca membaiknya data penjualan ritel AS Agustus yang menunjukan kenaikan. Positifnya data penjualan ritel ini, bisa kembali meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan tapering dari bank sentral AS, The Federal Reserve. 

Berita Terkait : Rupiah Masih Loyo Hadapi Dolar AS

“Ini dampaknya membuat indeks dolar AS bisa semakin menguat dan mata uang lainnya turun,” ucapnya di Jakarta, Jumat (17/9).

Ia memproyeksi, sepanjang hari ini nilai tukar rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS dengan sentimen tersebut. “Mata uang Garuda melemah dengan bergerak di rentang Rp 14.250 sampai Rp 14.300 per dolar AS pada hari ini,” pungkasnya. [DWI]