Dark/Light Mode

Keren, Sis Apik Wijayanto Lulus Doktor Dengan Predikat Cum Laude

Senin, 27 September 2021 00:15 WIB
Direktur Hubungan Lembaga BNI Sis Apik Wijayanto (Foto: Istimewa)
Direktur Hubungan Lembaga BNI Sis Apik Wijayanto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dengan ketekunan, semangat dan manajemen waktu yang baik, Direktur Hubungan Lembaga BNI Sis Apik Wijayanto berhasil meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya Malang dengan waktu kurang dari 4 tahun. Minggu (26/9), Sis Apik diwisuda.
 
Saat sidang disertasi, Sis Apik diuji oleh para ahli dibidangnya. Antara lain Prof Muliaman D Hadad, Dr Taher Alhabsyi, Prof Sri Mangesti Rahayu, Prof Suharyono, Dr Krisna Wijaya, Dr Solimun, Dr Kadarisman Hidayat, Dr M Saifi, Dr Zainul Arifin, serta pimpinan sidang Prof Bambang Supriyono. Sis Apik berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Pengaruh Transglobal Leadership terhadap Militansi, Innovation Culture, Performance dan Sustainability”. Dia lulus dengan predikat Cum Laude (dengan pujian).
 
Untuk menyelesaikan disertasinya, Sis Apik  menggunakan jenis penelitian kuantitatif, populasi sampel di salah satu BUMN yang mempunyai cabang tersebar dan terbesar di seluruh Indonesia dengan jumlah populasi (n) sebanyak 481 dan menggunakan metode Slovin dengan toleransi 5 persen, maka sampel penelitian (n) ditetapkan sebesar 218 responden. Penelitian ini menggunakan explanatory atau confirmatory research penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel yang diteliti dalam penelitian adalah Transglobal Leadership sebagai variabel eksogen; Militansi, Innovation Culture, Performance sebagai variabel intervening dan Bank Sustainability sebagai variabel endogen
 
Sis Apik, yang hobi olahraga sepeda, dalam disertasinya selain mengambil teori-teori dari literatur dan jurnal jurnal internasional tentang transglobal leadership, militansi, performance dan sustainability, juga mengambil beberapa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, yaitu POJK Nomor 4/POJK.03.2016 tentang Penilaian Tingkat  Kesehatan Bank Umum serta POJK Nomor 51/POJK.03.2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan. Keduanya sangat bermanfaat bagaimana melakukan penilaian tingkat kesehatan bank dan juga bagaimana sebuah aksi keuangan berkelanjutan diterapkan di bank dengan menggunakan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, bahkan di dunia bisnis modern saat ini banyak menerapkan ESG yaitu; Environmental, Social dan (corporate) Governance.
 
Transglobal Leadership merupakan suatu model kepemimpinan yang mampu menggerakkan roda perusahaan (Perusahaan, Perbankan, BUMN dan lainnya) menjadi sangat maju dan berkembang serta mampu memperluas area kerjanya ke seluruh dunia. Perusahaan yang memiliki pemimpin Transglobal Leadership dapat mendorong adanya pengembangan Innovation Culture dalam sebuah perusahaan.

Baca juga : AlteaCare, Hadirkan Konsultasi Dengan Dokter Spesialis Dari Rumah

Selain itu, Karakter militan harus terus dibangun dalam Transglobal Leadership, sehingga mampu membentuk karakter militan dari segi karyawan maupun pimpinan sebagai budaya kerja yang mana hal ini akan berakibat kemajuan yang pesat bagi perusahaan. Upaya untuk mencapai keberlanjutan pada perusahaan diperlukan adanya budaya inovasi untuk terus bersaing dengan perusahaan lainnya.
 
Sis Apik menjelaskan bahwa penelitian ini membahas secara mendalam penerapan militansi. Hal ini karena militansi menjadi hal yang menarik karena variabel militansi yang tumbuh di perusahaan yang diteliti sangat baik bagi kinerja perusahaan, bahkan belum pernah diungkap melalui penelitian. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.