Dark/Light Mode

Ribuan Sekolah Dikabarkan Jadi Klaster Covid-19

Menkes: Hoaks, Nggak Benar!

Selasa, 28 September 2021 07:20 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (27/9/2021). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (27/9/2021). (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

 Sebelumnya 
“Itu pasti itu bukan klaster. Tapi misalnya, di bawah itu di Duren Sawit SMP PGRI dari 266 orang dites, 21 positif itu kemungkinan besar klaster,” imbuhnya.

Nantinya, jika ada sekolah yang positivity rate-nya lebih dari 5 persen, maka mereka diharuskan melakukan pembelajaran secara daring selama 14 hari, dan penerapan protokol kesehatan (prokes) akan ditelaah kembali.

Baca juga : Menkes: Banyak Hoaks...

“Kalau ada kemungkinan outbreak meledak di sana, ya kuncinya satu sekolah aja. Sekolah lain yang kebetulan bagus ya tetap jalan,” beber mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini.

Diingatkan Budi, PTM terbatas di sekolah tak bisa selamanya ditunda karena pandemi, mengingat akan menimbulkan kerugian jangka panjang.

Baca juga : Gawat, Pemprov Nggak Cek Semua Syarat Prokes Sekolah

Untuk itu, Kemenkes akan akan melakukan advance surveilans untuk aktivitas tatap muka di sekolah.

“Kita harus belajar hidup dengan ini. Saya bicara dengan Pak Nadiem (Mendikbudristek) ya ini normal, kita harus belajar hidup dan kita tangani. Jadi risk management-nya masih bagus. Bukannya kita takut menghindari, karena pasti harus tetap belajar mengajar,” tegas Budi lagi.

Baca juga : DKI Pastikan Sisir Sekolah Yang Jadi Klaster Corona

Cara semacam ini, juga akan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sehingga, hidup baru di tengah pandemi Covid-19 bisa dilakukan. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.